KPAI Catat 75 Ribu Kasus ISPA pada Balita, Desak Perlindungan Anak Diperkuat
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus berulang tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan anak-anak, terutama balita. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendesak pemerintah pusat dan daerah me...
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus berulang tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan anak-anak, terutama balita. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendesak pemerintah pusat dan daerah memperkuat perlindungan anak dalam penanggulangan karhutla agar kelompok rentan tidak terus menjadi korban paparan asap.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat 75.172 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada anak berusia di bawah lima tahun (balita) hingga 21 Oktober 2026. Kasus tersebut tersebar di 68 kabupaten dan kota pada tujuh provinsi terdampak karhutla, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sumatra Selatan, Riau, dan Jambi.
Komisioner KPAI Ai Maryati Solihah menyampaikan