Khawatir AI dapat musnahkan umat manusia, peneliti Anthropic mundur
New York (ANTARA) - Seorang peneliti asal Inggris mengundurkan diri dari perusahaan pengembang kecerdasan buatan (AI) asal AS, Anthropic, karena khawatir perlombaan dalam mengembangkan "superintelijensi yang mampu meningkatkan kem...
New York (ANTARA) - Seorang peneliti asal Inggris mengundurkan diri dari perusahaan pengembang kecerdasan buatan (AI) asal AS, Anthropic, karena khawatir perlombaan dalam mengembangkan "superintelijensi yang mampu meningkatkan kemampuan diri sendiri" dapat berujung pada kepunahan umat manusia.
Jacob Coxon, yang sebelumnya bekerja dalam penelitian pra-pelatihan di OpenAI dan Anthropic, menulis di akun X, Selasa (8/9), bahwa "tidak ada satu pun dari kedua perusahaan tersebut yang bertindak secara bertanggung jawab."
Dia menyebutkan bahwa orang-orang yang mengembangkan AI "benar-benar meyakini bahwa teknologi ini bisa membunuh kita semua sebelum dekade ini berakhir."
Evan Hubinger, kepala bidang penyelarasan sains di Anthropic, membenarkan pandangan Coxon