Karhutla Belum Tuntas, Pemerintah Diminta Tak Kehilangan Fokus
JAKARTA, KOMPAS.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih berlangsung di sejumlah wilayah Indonesia. Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Daryono, mengatakan percepatan pemadaman menjadi sangat penting karena karakter kebakaran, terutama di lahan gambut, dapat membuat api cepat membesar dan menyebar ketika dipengaruhi angin serta kondisi...
JAKARTA, KOMPAS.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih berlangsung di sejumlah wilayah Indonesia.
Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Daryono, mengatakan percepatan pemadaman menjadi sangat penting karena karakter kebakaran, terutama di lahan gambut, dapat membuat api cepat membesar dan menyebar ketika dipengaruhi angin serta kondisi cuaca kering.
"Penanganan karhutla berada pada tingkat urgensi yang amat krusial," kata Daryono kepada Kompas.com, Rabu (2/9/2026).
Menurut dia, apabila pemadaman tidak diprioritaskan hingga benar-benar tuntas, dampak karhutla dapat terakumulasi dan merembet ke berbagai sektor.
Dampaknya selain berupa gangguan kesehatan masyarakat akibat asap, juga terhambatnya aktivitas ekonomi dan konektivitas logistik.
Penerbangan, misalnya, dapat terganggu