Apakah Anak Krakatau Sudah Mampu Meletus Seperti pada 1883?
Gunung Anak Krakatau (GAK) memiliki karakter letusan yang terus berevolusi. Saat awal muncul, pola letusannya didominasi tipe erupsi Surtseyan yang sifatnya eksplosif karena dorongan uap panas dari interaksi air laut dan magma yan...
Gunung Anak Krakatau (GAK) memiliki karakter letusan yang terus berevolusi. Saat awal muncul, pola letusannya didominasi tipe erupsi Surtseyan yang sifatnya eksplosif karena dorongan uap panas dari interaksi air laut dan magma yang naik.
Akan tetapi, seiring waktu, tipe letusan Anak Krakatau bergeser jadi Strombolian dan Vulcanian. Hal ini ditandai dengan muntahan lava, lontaran batuan skoria, gas, dan abu vulkanik pekat.
Kemudian saat tubuh gunung runtuh pada akhir 2018, air laut kembali masuk mendekati pusat aktivitas magma. Ini memicu rangkaian letusan freatomagnetik atau kontak air-magma yang melepaskan dentuman keras, gas SO2, dan kolom abu ke langit.