Perang Ongkir E-commerce Bikin Pedagang Kecil Merana, Nasibnya Miris
Jakarta, CNBC Indonesia - Perang ongkir makanan dan ritel instan di China memang mulai mereda setelah diguyur intervensi ketat pemerintah. Namun, di balik meredanya gelontoran diskon besar-besaran dari raksasa teknologi seperti Me...
Jakarta, CNBC Indonesia - Perang ongkir makanan dan ritel instan di China memang mulai mereda setelah diguyur intervensi ketat pemerintah. Namun, di balik meredanya gelontoran diskon besar-besaran dari raksasa teknologi seperti Meituan, Alibaba, dan JD.com, ada warisan kelam yang ditinggalkan, yakni berat dan kerugian telak bagi para pedagang serta restoran kecil.
Sebelumnya, pertarungan brutal pangsa pasar memaksa platform digital menghabiskan miliaran dolar untuk kupon, promo gratis ongkir, hingga insentif demi memanjakan konsumen.
Kendati konsumen di kota besar kini terbiasa menikmati kemudahan belanja instan, mulai dari bahan makanan hingga kosmetik yang tiba dalam waktu 60 menit, para pelaku usaha skala kecil