Likuiditas BTN Kembali Aman, Sempat Menumpuk Rp 19 Triliun karena SAL
JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (BTN) Nixon L.P. Napitupulu memastikan likuiditas kembali aman, setelah beberapa waktu lalu mengetat. Mengetatnya likuiditas disebabkan karena rencana penarikan kembali dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah. "Ya (mengetat) gara-gara SAL sebenarnya. Tapi, di luar itu kan sebenarnya enggak (ada)...
JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (BTN) Nixon L.P. Napitupulu memastikan likuiditas kembali aman, setelah beberapa waktu lalu mengetat.
Mengetatnya likuiditas disebabkan karena rencana penarikan kembali dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah.
"Ya (mengetat) gara-gara SAL sebenarnya. Tapi, di luar itu kan sebenarnya enggak (ada) issue," ungkap dia kepada wartawan di Menara BTN Jakarta, Jumat (4/9/2026).
Nixon mengatakan, mengetatnya likuiditas bank-bank Himbara, karena harus mengembalikan dana SAL yang cukup besar.
Pada Bulan Juni 2026, Bank BTN sempat menumpuk likuiditas hingga Rp 19 triliun sebagai antisipasi dana tersebut akan digunakan.
Namun ternyata pemerintah menunda penarikan dana SAL tersebut,