Kurator Berita YPWIK 12 September 2026 04:49 WITA online: 0
Tentang Hubungi Kami Download Aplikasi dan Bagikan Resume Berita
BNNews Berita Nusantara
Semua Wahdah Agama Pendidikan Tekno Olahraga Ekonomi Kesehatan Nasional Berita Daerah Gaya Hidup Luar Negeri
Kategori
Agama 615 Pendidikan 367 Tekno 659 Olahraga 1218 Ekonomi 3504 Kesehatan 338 Nasional 4565 Berita Daerah 236 Gaya Hidup 67 Luar Negeri 551 Mode Ringan / Cepat Resume
Ringan
Wakaf Sebagai Instrumen Pemulihanan Korban Bencana Alam
BN
Wakaf Sebagai Instrumen Pemulihanan Korban Bencana Alam

Wakaf Sebagai Instrumen Pemulihanan Korban Bencana Alam

8 September 2026 09:49 Badan Wakaf Indonesia Agama

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerawanan bencana alam cukup tinggi. Kondisi geografis Indonesia yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik, memiliki ribuan sungai, wilayah pesisir yang luas, serta curah...

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerawanan bencana alam cukup tinggi. Kondisi geografis Indonesia yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik, memiliki ribuan sungai, wilayah pesisir yang luas, serta curah hujan yang tinggi menyebabkan masyarakat menghadapi berbagai ancaman, seperti gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor, kekeringan, dan erupsi gunung api. Bencana alam tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga menghancurkan rumah, fasilitas pendidikan, tempat ibadah, sarana kesehatan, dan berbagai infrastruktur yang menjadi penopang kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, penanganan bencana membutuhkan sumber daya yang besar dan tidak dapat sepenuhnya hanya mengandalkan anggaran pemerintah.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Harga Minyak Jadi Bahan Bakar Pergerakan Bursa Asia Pagi Ini
BN
Harga Minyak Jadi Bahan Bakar Pergerakan Bursa Asia Pagi Ini

Harga Minyak Jadi Bahan Bakar Pergerakan Bursa Asia Pagi Ini

8 September 2026 09:47 CNBC Indonesia - Market Ekonomi

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Asia-Pasifik bergerak bervariasi pada perdagangan Selasa (8/9/2026), di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran saling melancarkan serangan. Melansir CN...

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Asia-Pasifik bergerak bervariasi pada perdagangan Selasa (8/9/2026), di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran saling melancarkan serangan.

Melansir CNBC, Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,75% pada awal perdagangan, sementara Nikkei 225 Jepang turun 0,95% dan S&P/ASX 200 Australia melemah 0,22%.

Pergerakan pasar dibayangi lonjakan harga minyak mentah yang mencapai level tertinggi dalam enam pekan pada Senin malam setelah AS dan Iran saling melancarkan serangan pada akhir pekan. Harga minyak Brent tercatat naik 1,1% menjadi US$97,31 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) futures menguat 1,3% ke US$92,66 per barel.

Harga

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Bandara Soetta Kembali Dibuka, Pelita Air Siap Layani Penerbangan Mulai Hari Ini
BN
Bandara Soetta Kembali Dibuka, Pelita Air Siap Layani Penerbangan Mulai Hari Ini

Bandara Soetta Kembali Dibuka, Pelita Air Siap Layani Penerbangan Mulai Hari Ini

8 September 2026 09:45 Liputan6 - Bisnis Ekonomi

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah resmi membuka kembali penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta usai ditutup imbas sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Maskapai Pelita Air turut mempersiapkan jadwal penerbangan usai pembukaan...

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah resmi membuka kembali penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta usai ditutup imbas sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Maskapai Pelita Air turut mempersiapkan jadwal penerbangan usai pembukaan akses di bandara tersebut.

Direktur Utama Pelita Air, Faik Fahmi, membuka peluang penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta bisa berjalan mulai Selasa (8/9/2026) hari ini. Sederet persiapan dilakukan sebelum memulai kembali operasional.

"Seiring dengan kembali beroperasinya Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Pelita Air kembali melayani penerbangan dari dan ke Jakarta mulai 8 September 2026," kata Faik dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026).

"Kembalinya operasional penerbangan ini dilakukan setelah Pelita Air memastikan kesiapan layanan dengan tetap mengacu pada

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Erupsi Gunung Anak Krakatau Sebar Sulfur Dioksida/SO2, Berbahaya?
BN
Erupsi Gunung Anak Krakatau Sebar Sulfur Dioksida/SO2, Berbahaya?

Erupsi Gunung Anak Krakatau Sebar Sulfur Dioksida/SO2, Berbahaya?

8 September 2026 09:45 CNBC Indonesia - News Ekonomi

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam akun instagram resminya merilis mengenai sebaran SO2 atau sulfur dioksida. Di mana dalam gambaran peta satelit, beberapa wilayah di In...

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam akun instagram resminya merilis mengenai sebaran SO2 atau sulfur dioksida. Di mana dalam gambaran peta satelit, beberapa wilayah di Indonesia terpantau terlewati sulfur dioksida berwarna merah pekat atau SO2.

Sebagaimana diketahui, Selain abu vulkanik dan lontaran batu pijar, erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda juga mengeluarkan gas SO2, informasi yang beredar di jagat media sosial terkait gas SO2 turut menimbulkan keresahan bagi masyarakat.

Badan Geologi Kementerian ESDM menjelaskan, S02 atau sulfur dioksida adalah senyawa kimia berupa gas beracun yang tidak berwarna tetapi memiliki bau yang

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Qatar Tak Percaya AS untuk Jaga Keamanan Teluk, Negara Kawasan Disebut Harus Mandiri
BN
Qatar Tak Percaya AS untuk Jaga Keamanan Teluk, Negara Kawasan Disebut Harus Mandiri

Qatar Tak Percaya AS untuk Jaga Keamanan Teluk, Negara Kawasan Disebut Harus Mandiri

8 September 2026 09:44 Kendari Pos Luar Negeri

Kendaripos.co.id - Kementerian Luar Negeri Qatar menegaskan bahwa keberadaan Amerika Serikat di negara-negara Teluk tidak cukup untuk menjaga keamanan kawasan. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed bin Mohammed Al Ansar...

Kendaripos.co.id - Kementerian Luar Negeri Qatar menegaskan bahwa keberadaan Amerika Serikat di negara-negara Teluk tidak cukup untuk menjaga keamanan kawasan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed bin Mohammed Al Ansari, menyampaikan bahwa negara-negara Teluk tidak bisa hanya mengandalkan Amerika Serikat dan aliansi internasional untuk menjaga keamanan, melainkan harus mulai memperkuat kemampuan secara mandiri.

"Kita di kawasan Teluk perlu menyadari bahwa kehadiran pasukan internasional di kawasan ini serta aliansi strategis dengan Amerika Serikat memang sangat penting, namun itu saja tidak cukup," ujar Majed dalam acara Hili Forum di ibu kota Uni Emirat Arab tersebut.

"Kemandirian dalam hal keamanan adalah satu-satunya

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Detik-detik Mencekam Kecelakaan Bus Bintang Fadiyah hingga 2 Penumpang Tewas
BN
Detik-detik Mencekam Kecelakaan Bus Bintang Fadiyah hingga 2 Penumpang Tewas

Detik-detik Mencekam Kecelakaan Bus Bintang Fadiyah hingga 2 Penumpang Tewas

8 September 2026 09:43 Detik Sulsel Nasional

Bus Bintang Fadiyah mengalami kecelakaan dengan terperosok ke kebun sawit gegara rem blong di Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat (Sulbar). Kecelakaan tunggal itu mengakibatkan dua orang tewas. Penumpang bernama Awalu...

Bus Bintang Fadiyah mengalami kecelakaan dengan terperosok ke kebun sawit gegara rem blong di Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat (Sulbar). Kecelakaan tunggal itu mengakibatkan dua orang tewas.

Penumpang bernama Awaluddin menceritakan detik-detik sebelum kecelakaan terjadi. Awaluddin mengaku duduk di kursi bagian tengah bus yang bergerak dari Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel) menuju Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Dia mengatakan bus melaju tidak stabil saat di jalan menurun yang membuat para penumpang panik. Dia menyebut sopir juga panik karena tidak bisa mengendalikan laju bus.

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
TPA Galuga Bogor Kebakaran, Helikopter Lakukan Water Bombing
BN
TPA Galuga Bogor Kebakaran, Helikopter Lakukan Water Bombing

TPA Galuga Bogor Kebakaran, Helikopter Lakukan Water Bombing

8 September 2026 09:43 CNN Indonesia - Nasional Nasional

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga di Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar) mengalami kebakaran. Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan helikopter TNI Angkatan Udara dikerahkan untuk membantu memadamkan kebakaran di k...

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga di Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar) mengalami kebakaran.

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan helikopter TNI Angkatan Udara dikerahkan untuk membantu memadamkan kebakaran di kawasan TPA Galuga tersebut, Selasa (8/9) pagi ini.

"Kami dibantu TNI Angkatan Udara dengan sistem water bombing, yaitu penyiraman melalui udara menggunakan helikopter dari Lanud Atang Sendjaja," kata Rudy saat meninjau lokasi kebakaran, Selasa, dikutip dari Antara.

Pemadaman melalui udara dilakukan untuk menjangkau sejumlah titik api yang sulit dicapai kendaraan pemadam. Lokasi kebakaran berada di bagian belakang kawasan TPA yang berjarak cukup jauh dari akses utama.

Menurut Rudy, petugas harus menyambungkan

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi Pagi Ini
BN
Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi Pagi Ini

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi Pagi Ini

8 September 2026 09:42 CNN Indonesia - Nasional Nasional

Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali erupsi pada Selasa (8/9) pagi. Berdasarkan informasi yang dikutip dari situs Magma kementerian ESDM, Gunung Anak Krakatau beberapa kali erupsi pada pagi ini. Tercatat, erupsi terjadi pada pukul 0...

Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali erupsi pada Selasa (8/9) pagi.

Berdasarkan informasi yang dikutip dari situs Magma kementerian ESDM, Gunung Anak Krakatau beberapa kali erupsi pada pagi ini. Tercatat, erupsi terjadi pada pukul 05.08 WIB, 05.34 WIB dan terakhir pada pukul 07. 49 WIB.

"Terjadi erupsi G. Anak Krakatau pada hari Selasa, 08 September 2026, pukul 07:49 WIB. Visual letusan tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 48 mm dan durasi 19 detik," demikian keterangan di laman Magma Kementerian ESDM pada pukul 07.49 WIB.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
BMKG: Nelayan dan kapal penyeberangan waspadai risiko pelayaran
BN
BMKG: Nelayan dan kapal penyeberangan waspadai risiko pelayaran

BMKG: Nelayan dan kapal penyeberangan waspadai risiko pelayaran

8 September 2026 09:41 Antara - Terkini Nasional

Jakarta (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau nelayan tradisional hingga operator kapal penyeberangan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko keselamatan pelayaran akibat ancaman gelomban...

Jakarta (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau nelayan tradisional hingga operator kapal penyeberangan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko keselamatan pelayaran akibat ancaman gelombang tinggi di sejumlah perairan Indonesia pada 8-11 September 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Meteorologi Maritim BMKG Agie Wandala Putra di Jakarta, Selasa, menegaskan bahwa kondisi gelombang laut yang dapat mencapai hingga 4 meter berpotensi membahayakan moda transportasi laut dari skala kecil hingga besar.

"Masyarakat yang beraktivitas di laut perlu memperhatikan ambang batas aman keselamatan. Nelayan dengan perahu kecil berisiko tinggi jika kecepatan angin melebihi 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter," kata

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
10 Saham Ini Paling Banyak Dilego Asing Kala IHSG Merah
BN
10 Saham Ini Paling Banyak Dilego Asing Kala IHSG Merah

10 Saham Ini Paling Banyak Dilego Asing Kala IHSG Merah

8 September 2026 09:40 CNBC Indonesia - Market Ekonomi

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Senin (7/9/2026) kemarin di zona merah. IHSG ditutup melemah 16,81 poin atau 0,25% ke level 6.619,67. Seiring dengan pelemahan tersebut, investor...

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Senin (7/9/2026) kemarin di zona merah. IHSG ditutup melemah 16,81 poin atau 0,25% ke level 6.619,67.

Seiring dengan pelemahan tersebut, investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net foreign sell) pada sejumlah saham unggulan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Secara keseluruhan, foreign sell tercatat mencapai Rp3,76 triliun, berbanding foreign buy sebesar Rp3,08 triliun, sehingga pasar membukukan net foreign sell sebesar Rp678,55 miliar. Dari jumlah tersebut, pasar reguler menyumbang net sell Rp590,18 miliar, sementara pasar tunai & negosiasi sebesar Rp88,37 miliar.

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjadi saham dengan tekanan

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
BRI Ungkap 3 Syarat UMKM RI Bisa Tembus Pasar Ekspor
BN
BRI Ungkap 3 Syarat UMKM RI Bisa Tembus Pasar Ekspor

BRI Ungkap 3 Syarat UMKM RI Bisa Tembus Pasar Ekspor

8 September 2026 09:40 CNN Indonesia - Ekonomi Ekonomi

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mengungkap tiga hal yang harus dipenuhi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu menembus pasar ekspor. Direktur Commercial Banking BRI Alexander Dippo Paris mengata...

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mengungkap tiga hal yang harus dipenuhi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu menembus pasar ekspor.

Direktur Commercial Banking BRI Alexander Dippo Paris mengatakan tiga hal tersebut mencakup kapasitas dan kualitas produksi, literasi keuangan, serta akses bisnis ke pasar luar negeri.

"Kalau dikaitkan, sebenarnya apa sih tantangannya untuk mendorong UMKM kita ini untuk bisa lebih didorong untuk ekspor? Sebenarnya ada tiga," ujar Alexander dalam Indonesia Economic Forum 2026: The Future of Indonesia's Exports, Senin (7/9).

Pertama, UMKM harus memiliki kapasitas usaha dan kualitas produksi yang memadai. Menurut Alexander, peran perbankan

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Heboh Fenomena Matahari Merah Pekat di Medan, Ini Penjelasan BMKG
BN
Heboh Fenomena Matahari Merah Pekat di Medan, Ini Penjelasan BMKG

Heboh Fenomena Matahari Merah Pekat di Medan, Ini Penjelasan BMKG

8 September 2026 09:39 DetikNews - Politik & Hukum Nasional

Fenomena penampakan matahari merah menghebohkan warga Medan. BMKG menjelaskan fenomena tersebut tidak perlu dikhawatirkan. Dilansir detikSumut, Selasa (8/9/2026), BMKG Wilayah I mengungkapkan bahwa matahari yang terlihat kemerahan...

Fenomena penampakan matahari merah menghebohkan warga Medan. BMKG menjelaskan fenomena tersebut tidak perlu dikhawatirkan.

Dilansir detikSumut, Selasa (8/9/2026), BMKG Wilayah I mengungkapkan bahwa matahari yang terlihat kemerahan di Kota Medan terjadi karena adanya partikel di atmosfer. Partikel itu seperti aerosol, debu, maupun asap yang memengaruhi proses perambatan cahaya matahari.

"Partikel di atmosfer seperti aerosol, debu, maupun asap yang memengaruhi proses perambatan cahaya matahari," katanya dikutip melalui Instagram BMKG Sumut.

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Prev 1 ... 746 747 748 749 750 ... 1010 Next

Berita Nusantara adalah kurator berita berbasis RSS. Semua berita mencantumkan sumber asli dan tidak diklaim sebagai liputan langsung.

Pengunjung hari ini: 24

YPWIK@2026