Jakarta (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau nelayan tradisional hingga operator kapal penyeberangan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko keselamatan pelayaran akibat ancaman gelombang tinggi di sejumlah perairan Indonesia pada 8-11 September 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Meteorologi Maritim BMKG Agie Wandala Putra di Jakarta, Selasa, menegaskan bahwa kondisi gelombang laut yang dapat mencapai hingga 4 meter berpotensi membahayakan moda transportasi laut dari skala kecil hingga besar.
"Masyarakat yang beraktivitas di laut perlu memperhatikan ambang batas aman keselamatan.