Demonstrasi, Pembelokan Linguistik, dan Kekalahan Demokrasi
INI sering terjadi pada lanskap politik Indonesia. Demonstrasi yang berlabel “gerakan rakyat” berlanjut pada pembelokan linguistik dan berujung pada kekalahan demokrasi. Dan, rupanya juga terulang pada demonstrasi 27 Agustus 2026 lalu. Mari kita simak bersama. Bermula dari warga asal Pati, Jawa Tengah, yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AM...
INI sering terjadi pada lanskap politik Indonesia. Demonstrasi yang berlabel “gerakan rakyat” berlanjut pada pembelokan linguistik dan berujung pada kekalahan demokrasi.
Dan, rupanya juga terulang pada demonstrasi 27 Agustus 2026 lalu. Mari kita simak bersama.
Bermula dari warga asal Pati, Jawa Tengah, yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB). Mereka menempuh perjalanan panjang menuju Gedung DPR RI, Jakarta, disertai aneka rintangan.
Dari sisi jurnalisme, aneka rintangan itu sudah melambungkan namanya. Apalagi rintangan itu menyeret institusi perbankan milik pemerintah.
Sesungguhnya tujuan AMPB sangat sederhana, tapi mendasar: menuntut keseriusan negara dalam pemberantasan korupsi. Mereka mendesak percepatan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan