Kurator Berita YPWIK 11 September 2026 04:26 WITA online: 0
Tentang Hubungi Kami Download Aplikasi dan Bagikan Resume Berita
BNNews Berita Nusantara
Semua Wahdah Agama Pendidikan Tekno Olahraga Ekonomi Kesehatan Nasional Berita Daerah Gaya Hidup Luar Negeri
Kategori
Agama 595 Pendidikan 341 Tekno 601 Olahraga 1203 Ekonomi 3261 Kesehatan 350 Nasional 4467 Berita Daerah 215 Gaya Hidup 69 Luar Negeri 503 Mode Ringan / Cepat Resume
Ringan
Jepang Sorot Apakah Erupsi Anak Krakatau Bisa Sebabkan Tsunami
BN
Jepang Sorot Apakah Erupsi Anak Krakatau Bisa Sebabkan Tsunami

Jepang Sorot Apakah Erupsi Anak Krakatau Bisa Sebabkan Tsunami

7 September 2026 14:05 CNBC Indonesia - News Ekonomi

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengeluarkan penilaian terkait erupsi Gunung Anak Krakatau di Indonesia. Diketahui sejak Sabtu, Anak Krakatau mengeluarkan abu setinggi sekitar 15 kilometer (km). Menurut JI...

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengeluarkan penilaian terkait erupsi Gunung Anak Krakatau di Indonesia. Diketahui sejak Sabtu, Anak Krakatau mengeluarkan abu setinggi sekitar 15 kilometer (km).

Menurut JIMA, peristiwa tersebut tidak akan menimbulkan dampak tsunami terhadap RI sementara ini. Hal itu merujuk laporan Weathernews yang diperbarui, sebagaimana dimuat The Nation.

"Tidak ada perubahan permukaan laut signifikan yang teramati di stasiun pemantauan di Jepang atau luar negeri," ujar lembaga itu, dikutip Senin (7/9/2026).

Jepang sebelumnya telah mulai memeriksa kemungkinan dampak tsunami setelah letusan Jumat. JMA awalnya mengumumkan pemantauan pada Sabtu pukul 4 pagi waktu setempat.

JMA mempertimbangkan gangguan

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Jepang Sorot Apakah Erupsi Anak Krakatau Sebabkan Tsunami
BN
Jepang Sorot Apakah Erupsi Anak Krakatau Sebabkan Tsunami

Jepang Sorot Apakah Erupsi Anak Krakatau Sebabkan Tsunami

7 September 2026 14:05 CNBC Indonesia - News Ekonomi

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengeluarkan penilaian terkait erupsi Gunung Anak Krakatau di Indonesia. Diketahui sejak Sabtu, Anak Krakatau mengeluarkan abu setinggi sekitar 15 kilometer (km). Menurut JI...

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengeluarkan penilaian terkait erupsi Gunung Anak Krakatau di Indonesia. Diketahui sejak Sabtu, Anak Krakatau mengeluarkan abu setinggi sekitar 15 kilometer (km).

Menurut JIMA, peristiwa tersebut tidak akan menimbulkan dampak tsunami terhadap RI sementara ini. Hal itu merujuk laporan Weathernews yang diperbarui, sebagaimana dimuat The Nation.

"Tidak ada perubahan permukaan laut signifikan yang teramati di stasiun pemantauan di Jepang atau luar negeri," ujar lembaga itu, dikutip Senin (7/9/2026).

Jepang sebelumnya telah mulai memeriksa kemungkinan dampak tsunami setelah letusan Jumat. JMA awalnya mengumumkan pemantauan pada Sabtu pukul 4 pagi waktu setempat.

JMA mempertimbangkan gangguan

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
IHSG Sesi I Turun 0,12 Persen, Sektor Kesehatan Naik 1,53 Persen
BN
IHSG Sesi I Turun 0,12 Persen, Sektor Kesehatan Naik 1,53 Persen

IHSG Sesi I Turun 0,12 Persen, Sektor Kesehatan Naik 1,53 Persen

7 September 2026 14:04 BeritaSatu - Ekonomi Ekonomi

Jakarta, Beritasatu.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan sesi I, Senin (7/9/2026). Berdasarkan data RTI Business yang terpantau sekitar pukul 12.43 WIB, IHSG turun 8,286 poin atau 0,12% ke level 6.628,...

Jakarta, Beritasatu.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan sesi I, Senin (7/9/2026). Berdasarkan data RTI Business yang terpantau sekitar pukul 12.43 WIB, IHSG turun 8,286 poin atau 0,12% ke level 6.628,189.

IHSG sebelumnya dibuka pada level 6.652,091. Sepanjang perdagangan sesi pertama, indeks bergerak dalam rentang 6.620,517 hingga 6.667,753. Pergerakan IHSG sempat menguat pada awal perdagangan sebelum berbalik ke zona merah. Data pasar pada pagi hari juga menunjukkan IHSG sempat dibuka naik 0,24% ke level 6.652.

Aktivitas perdagangan saham hingga sesi I tercatat cukup tinggi. Volume transaksi mencapai 24,562 miliar saham dengan nilai transaksi atau turnover sebesar Rp

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Sejarah Krakatau, Mengapa Begitu Penting hingga Diperhatikan Dunia?
BN
Sejarah Krakatau, Mengapa Begitu Penting hingga Diperhatikan Dunia?

Sejarah Krakatau, Mengapa Begitu Penting hingga Diperhatikan Dunia?

7 September 2026 14:04 CNN Indonesia - Internasional Luar Negeri

Gunung Krakatau punya sejarah panjang berabad-abad hingga berevolusi menjadi Gunung Anak Krakatau. Aktivitasnya juga mengundang perhatian dunia bahkan jauh sebelum Indonesia merdeka. Situs Britannica menyebut cikal-bakal Gunung Kr...

Gunung Krakatau punya sejarah panjang berabad-abad hingga berevolusi menjadi Gunung Anak Krakatau.

Aktivitasnya juga mengundang perhatian dunia bahkan jauh sebelum Indonesia merdeka.

Situs Britannica menyebut cikal-bakal Gunung Krakatau terbentuk di antara lempeng tektonik India-Australia dan Eurasia. Selama jutaan tahun, aktivitas di dalam perut bumi membentuk gunung berbentuk kerucut dengan tinggi 300 meter di bawah permukaan laut dan diproyeksikan mencapai 1.800 meter di atas permukaan laut.

Ilmuwan memperkirakan Gunung Krakatau sempat erupsi besar pada 416 masehi dan menghancurkan bagian puncak sekaligus membentuk kaldera dengan diameter 6 kilometer.

Kaldera tersebut juga memunculkan empat pulau kecil di Selat Sunda yakni Sertung di bagian

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Malaysia Cabut Status Darurat Kabut Asap Karhutla
BN
Malaysia Cabut Status Darurat Kabut Asap Karhutla

Malaysia Cabut Status Darurat Kabut Asap Karhutla

7 September 2026 14:03 CNN Indonesia - Internasional Luar Negeri

Malaysia resmi mencabut status darurat akibat kabut asap di Distrik Serian, negara bagian Sarawak, pada Senin (7/9). Kantor Perdana Menteri Malaysia mengatakan langkah ini diambil setelah tingkat kualitas udara turun di bawah amba...

Malaysia resmi mencabut status darurat akibat kabut asap di Distrik Serian, negara bagian Sarawak, pada Senin (7/9).

Kantor Perdana Menteri Malaysia mengatakan langkah ini diambil setelah tingkat kualitas udara turun di bawah ambang batas berbahaya, meski risiko kesehatan tetap ada.

Data dari Departemen Lingkungan menunjukkan bahwa angka Indeks Pencemaran Udara (API) di Serian berada pada level 222 pada Senin ini, setelah sebelumnya mencapai 519 pada Jumat pekan lalu.

Otoritas Malaysia mengkategorikan angka API di atas 300 sebagai tingkat berbahaya, dengan angka 500 ditetapkan sebagai ambang batas untuk menyatakan status darurat.

Raja Malaysia Sultan Ibrahim Sultan Iskandar memberikan persetujuan untuk mengakhiri

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Erupsi Anak Krakatau Berlanjut, Potensi Tsunami Dinilai Sangat Kecil
BN
Erupsi Anak Krakatau Berlanjut, Potensi Tsunami Dinilai Sangat Kecil

Erupsi Anak Krakatau Berlanjut, Potensi Tsunami Dinilai Sangat Kecil

7 September 2026 14:03 Republika - Nasional Nasional

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Serangkaian erupsi yang terus terjadi di Gunung Anak Krakatau dinilai merupakan bagian dari proses alami gunung api tersebut. Hal ini bertujuan membangun kembali tubuh gunung yang hancur seusai peristiw...

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Serangkaian erupsi yang terus terjadi di Gunung Anak Krakatau dinilai merupakan bagian dari proses alami gunung api tersebut. Hal ini bertujuan membangun kembali tubuh gunung yang hancur seusai peristiwa longsoran besar atau flank collapse pada Desember 2018.

Pakar gempa dari Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) Daryono mengatakan kondisi Gunung Anak Krakatau saat ini berbeda dengan situasi menjelang tsunami Selat Sunda pada 2018. Menurut dia, volume fisik dan ketinggian kerucut gunung api tersebut saat ini jauh lebih rendah. Sehingga, potensi terjadinya longsoran lereng secara masif yang dapat memicu tsunami destruktif berada pada tingkat yang sangat kecil.

“Serangkaian erupsi

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
RUU Satu Data (3): Sinkronisasi agar Kebijakan Tak Salah Sasaran
BN
RUU Satu Data (3): Sinkronisasi agar Kebijakan Tak Salah Sasaran

RUU Satu Data (3): Sinkronisasi agar Kebijakan Tak Salah Sasaran

7 September 2026 14:02 BeritaSatu - Nasional Nasional

Jakarta, Beritasatu.com - Sebuah kebijakan pemerintah bisa saja dirancang dengan niat yang tepat. Anggarannya tersedia, programnya jelas, bahkan aparat pelaksananya sudah disiapkan. Namun, ketika data yang menjadi dasar kebijakan...

Jakarta, Beritasatu.com - Sebuah kebijakan pemerintah bisa saja dirancang dengan niat yang tepat. Anggarannya tersedia, programnya jelas, bahkan aparat pelaksananya sudah disiapkan.

Namun, ketika data yang menjadi dasar kebijakan tidak tepat, hasil akhirnya bisa berbeda.

Masyarakat yang seharusnya menerima bantuan justru tidak terdata. Warga yang sudah tidak memenuhi kriteria masih tercatat sebagai penerima. Daerah yang membutuhkan intervensi lebih besar justru mendapatkan alokasi yang lebih kecil.

Di sinilah persoalan satu data Indonesia (SDI) menjadi jauh lebih penting daripada sekadar urusan teknologi informasi.

Rancangan Undang-Undang Satu Data Indonesia (RUU SDI) didorong untuk memastikan data yang digunakan pemerintah dalam merancang kebijakan memiliki standar

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Purbaya Masih Tunggu Ini buat Bayar Utang Kopdes
BN
Purbaya Masih Tunggu Ini buat Bayar Utang Kopdes

Purbaya Masih Tunggu Ini buat Bayar Utang Kopdes

7 September 2026 14:01 DetikFinance Ekonomi

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan anggaran untuk membayar kewajiban utang Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tetap menggunakan Dana Desa. Pembayaran kewajiban dengan total Rp 240 triliun ini akan d...

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan anggaran untuk membayar kewajiban utang Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tetap menggunakan Dana Desa. Pembayaran kewajiban dengan total Rp 240 triliun ini akan dicicil setiap tahun senilai Rp 40 triliun dan jatuh tempo pada September 2026.

"Iya (dana desa), dari uang yang disiapkan dari sebagian dari dana desa. (Dananya) siap, kita siapkan. Kita sisihkan sebelumnya kan," ujar Purbaya saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Senin (7/9/2026).

Purbaya mengaku hanya tinggal menyetor pembayaran kewajiban tersebut. Namun, ia menyebut masih menunggu prosedurnya agar tidak terjadi kesalahan di kemudian hari. Dengan begitu, perbankan tidak

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Bantu Korban Gempa Flores, WIZ Distribusikan Sembako untuk 44 KK di Kampung Baras
BN
Bantu Korban Gempa Flores, WIZ Distribusikan Sembako untuk 44 KK di Kampung Baras

Bantu Korban Gempa Flores, WIZ Distribusikan Sembako untuk 44 KK di Kampung Baras

7 September 2026 14:01 Wahdah Inspirasi Zakat Agama

Wiz.or.id, Manggarai Timur — Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) menyalurkan bantuan sembako bagi 44 kepala keluarga (KK) terdampak bencana gempa Flores di Kampung Baras, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara T...

Wiz.or.id, Manggarai Timur — Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) menyalurkan bantuan sembako bagi 44 kepala keluarga (KK) terdampak bencana gempa Flores di Kampung Baras, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Penyaluran bantuan ini menjadi tumpuan penolong bagi warga setempat yang saat ini harus menghadapi krisis ganda pascagempa. Selain berjuang memulihkan diri dari dampak bencana, warga Kampung Baras juga harus bertaruh tenaga menerjang krisis air bersih harian.

Penanggung Jawab Relawan WIZ Pota, Rahmat Riandi, mengungkapkan bahwa untuk mendapatkan air bersih, warga terpaksa menempuh perjalanan hingga lebih dari 1 kilometer berjalan kaki menuju sumber air sungai.

“Kondisi warga di

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Bandara Husein Sastranegara Masih Belum Beroperasi Imbas Abu Vulkanik
BN
Bandara Husein Sastranegara Masih Belum Beroperasi Imbas Abu Vulkanik

Bandara Husein Sastranegara Masih Belum Beroperasi Imbas Abu Vulkanik

7 September 2026 14:01 CNN Indonesia - Nasional Nasional

Bandara Husein Sastranegara masih belum beroperasi usai penutupan pada Minggu (6/9) imbas abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyebut belum ada satu pun pesawat yang beroperasi da...

Bandara Husein Sastranegara masih belum beroperasi usai penutupan pada Minggu (6/9) imbas abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyebut belum ada satu pun pesawat yang beroperasi dari maupun menuju Bandara Husein Sastranegara, Senin (7/9).

"Penerbangan memang sampai hari ini, Senin tanggal 7 September jam 11, itu belum ada penerbangan sama sekali," kata Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat meninjau lokasi di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, Senin.

Farhan menjelaskan meski tutupan abu vulkanik di permukaan tanah sudah tidak terlihat, potensi bahaya di udara masih tergolong tinggi. Pihak otoritas menduga material abu vulkanik erupsi

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Kai Havertz: London Masih Merah!
BN
Kai Havertz: London Masih Merah!

Kai Havertz: London Masih Merah!

7 September 2026 14:00 DetikSport Olahraga

Kai Havertz menegaskan bahwa London masih merah. Hal itu dia sampaikan di media sosial usai Arsenal mengalahkan Barcelona. Arsenal menjamu Chelsea di Emirates Stadium dalam lanjutan Liga Inggris, Minggu (7/9/2026) malam WIB. Meria...

Kai Havertz menegaskan bahwa London masih merah. Hal itu dia sampaikan di media sosial usai Arsenal mengalahkan Barcelona.

Arsenal menjamu Chelsea di Emirates Stadium dalam lanjutan Liga Inggris, Minggu (7/9/2026) malam WIB. Meriam London menang 2-1.

Chelsea sempat memimpin 1-0 di menit kedua lewat tembakan kejut Morgan Rogers. Setelah kebobolan, Arsenal agresif menekan.

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Abu Anak Krakatau Tercatat Menyebar Hingga Bengkulu, Delapan Bandara Masih Ditutup
BN
Abu Anak Krakatau Tercatat Menyebar Hingga Bengkulu, Delapan Bandara Masih Ditutup

Abu Anak Krakatau Tercatat Menyebar Hingga Bengkulu, Delapan Bandara Masih Ditutup

7 September 2026 14:00 Republika - Nasional Nasional

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau masih terus menyebar ke berbagai wilayah. Berdasarkan data hingga Senin (7/9/2026) pagi, wil...

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau masih terus menyebar ke berbagai wilayah. Berdasarkan data hingga Senin (7/9/2026) pagi, wilayah yang terdampak abu vulkanik meliputi Lampung, Banten, Jawa Barat, hingga Bengkulu.

Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, mengaku telah menerbitkan sebanyak 39 dokumen Significant Meteorological Information (SIGMET) sejak erupsi pertama terjadi pada Jumat (4/9/2026). SIGMET terbaru pada periode Senin pukul 06.30-09.30 WIB mencatat sebaran abu vulkanis teramati pada ketinggian hingga 15 ribu kaki (4,57 km), bergerak ke arah barat dengan kecepatan 15 knot dan intensitas yang konsisten.

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Prev 1 ... 731 732 733 734 735 ... 968 Next

Berita Nusantara adalah kurator berita berbasis RSS. Semua berita mencantumkan sumber asli dan tidak diklaim sebagai liputan langsung.

Pengunjung hari ini: 29

YPWIK@2026