REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Serangkaian erupsi yang terus terjadi di Gunung Anak Krakatau dinilai merupakan bagian dari proses alami gunung api tersebut. Hal ini bertujuan membangun kembali tubuh gunung yang hancur seusai peristiwa longsoran besar atau flank collapse pada Desember 2018.
Pakar gempa dari Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) Daryono mengatakan kondisi Gunung Anak Krakatau saat ini berbeda dengan situasi menjelang tsunami Selat Sunda pada 2018. Menurut dia, volume fisik dan ketinggian kerucut gunung api tersebut saat ini jauh lebih rendah.