"Panic Buying" Masker Usai Erupsi Anak Krakatau, Ketika Kekhawatiran Memicu Kelangkaan
JAKARTA, KOMPAS.com - Erupsi Gunung Anak Krakatau tidak hanya memunculkan kekhawatiran terhadap keselamatan masyarakat di sekitar wilayah terdampak. Kebutuhan terhadap masker juga meningkat seiring imbauan penggunaan masker untuk melindungi saluran pernapasan dari paparan abu vulkanik. Di tengah situasi tersebut, masyarakat mulai merasakan sulitnya mendapatk...
JAKARTA, KOMPAS.com - Erupsi Gunung Anak Krakatau tidak hanya memunculkan kekhawatiran terhadap keselamatan masyarakat di sekitar wilayah terdampak.
Kebutuhan terhadap masker juga meningkat seiring imbauan penggunaan masker untuk melindungi saluran pernapasan dari paparan abu vulkanik.
Di tengah situasi tersebut, masyarakat mulai merasakan sulitnya mendapatkan masker.
Sebagian konsumen bahkan menemukan harga masker yang melonjak tajam dalam waktu singkat.
Kondisi itu dialami Diva, warga Kranggan, Bekasi.
Ia mengaku, memesan masker secara daring (online) dengan layanan pengiriman instan pada malam hari.
Saat dipesan, masker yang hendak dibelinya masih dibanderol sekitar Rp 15.000.
Namun, pesanan tersebut tiba-tiba dibatalkan.
Ketika kembali mencoba memesan, harga masker