Ekonom nilai kerja sama BRICS tidak bertentangan dengan aksesi OECD
Jakarta (ANTARA) - Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira menilai kerja sama Indonesia dengan kelompok negara BRICS tidak bertentangan dengan proses aksesi Indonesia ke Organisasi Kerja Sam...
Jakarta (ANTARA) - Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira menilai kerja sama Indonesia dengan kelompok negara BRICS tidak bertentangan dengan proses aksesi Indonesia ke Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD).
Sebab, keduanya mempunyai lini masa waktu kerja sama yang berbeda.
"Saya lihat antara OECD dan BRICS tidak ada kontradiksi karena punya timeline yang berbeda. Aksesi Indonesia ke OECD masih lama, bisa 10 tahun, sementara BRICS bisa kerja sama jangka pendek," kata Bhima kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.
Hal itu ia sampaikan menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026, di New Delhi, India, pada 12-13