Jakarta (ANTARA) - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tetap mewaspadai aktivitas magma dalam dari Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, meski intensitas erupsinya kini sudah menurun.
Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Lana Saria dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, mengatakan aktivitas Gunung Anak Krakatau mulai menunjukkan perubahan setelah mengalami satu episode erupsi menerus selama sekitar 25 jam pada 4-6 September 2026.
Setelah periode tersebut berakhir, aktivitas permukaan gunung api berangsur melandai dan beralih menjadi erupsi Strombolian.
Namun,