Jakarta (ANTARA) - Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira menilai kerja sama Indonesia dengan kelompok negara BRICS tidak bertentangan dengan proses aksesi Indonesia ke Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD).
Sebab, keduanya mempunyai lini masa waktu kerja sama yang berbeda.
"Saya lihat antara OECD dan BRICS tidak ada kontradiksi karena punya timeline yang berbeda. Aksesi Indonesia ke OECD masih lama, bisa 10 tahun, sementara BRICS bisa kerja sama jangka pendek," kata Bhima kepada ANTARA