Patriotisme yang Kritis
LEBIH dari dua ribu tahun lalu, di Negeri Chu, China, hidup seorang pejabat bernama Qu Yuan. Ia dikenal sebagai negarawan yang mencintai negerinya. Karena rasa cinta itu, ia berulang kali mengingatkan penguasa tentang berbagai kebijakan yang menurutnya dapat membawa Chu menuju kehancuran. Sikap kritisnya harus dibayar mahal. Qu Yuan tersingkir dari lingkunga...
LEBIH dari dua ribu tahun lalu, di Negeri Chu, China, hidup seorang pejabat bernama Qu Yuan. Ia dikenal sebagai negarawan yang mencintai negerinya.
Karena rasa cinta itu, ia berulang kali mengingatkan penguasa tentang berbagai kebijakan yang menurutnya dapat membawa Chu menuju kehancuran.
Sikap kritisnya harus dibayar mahal. Qu Yuan tersingkir dari lingkungan kekuasaan. Ia juga menjalani pengasingan.
Namun, kecintaannya kepada Chu tidak hilang. Ketika ibu kota Chu jatuh ke tangan Qin pada 278 SM, menurut tradisi yang diwariskan selama berabad-abad, Qu Yuan begitu terpukul.
Ia tidak tega melihat negerinya hancur. Qu Yuan pun mengakhiri hidupnya dengan menenggelamkan diri di Sungai