Kurator Berita YPWIK 29 Agustus 2026 16:40 WITA online: 0
Tentang Hubungi Kami Download Aplikasi dan Bagikan Resume Berita
BNNews Berita Nusantara
Semua Wahdah Agama Pendidikan Tekno Olahraga Ekonomi Kesehatan Nasional Berita Daerah Gaya Hidup Luar Negeri
Kategori
Agama 783 Pendidikan 448 Tekno 642 Olahraga 1337 Ekonomi 3240 Kesehatan 488 Nasional 5172 Berita Daerah 697 Gaya Hidup 75 Luar Negeri 761 Mode Ringan / Cepat Resume
Ringan
Negara Eropa Ini Bakal Dapat 7 Kapal Sapu Ranjau di Laut Hitam
BN
Negara Eropa Ini Bakal Dapat 7 Kapal Sapu Ranjau di Laut Hitam

Negara Eropa Ini Bakal Dapat 7 Kapal Sapu Ranjau di Laut Hitam

29 Agustus 2026 14:30 CNN Indonesia - Internasional Luar Negeri

Bulgaria telah menyetujui pembelian tujuh kapal pemburu ranjau dari Belgia dan Belanda untuk memperkuat kemampuan militernya dalam membersihkan ranjau laut di Laut Hitam. Langkah tersebut dilakukan ketika NATO meningkatkan upaya u...

Bulgaria telah menyetujui pembelian tujuh kapal pemburu ranjau dari Belgia dan Belanda untuk memperkuat kemampuan militernya dalam membersihkan ranjau laut di Laut Hitam.

Langkah tersebut dilakukan ketika NATO meningkatkan upaya untuk menjaga keamanan jalur pelayaran.

Parlemen Bulgaria menyetujui kesepakatan pembelian tiga kapal pemburu ranjau dari Belanda pada Rabu. Sementara itu, empat kapal lainnya akan diperoleh Bulgaria melalui perjanjian transfer yang melibatkan Belgia, Belanda, dan Bulgaria.

Belanda telah berkomitmen memulihkan kemampuan teknis dan meningkatkan kapasitas operasional tiga kapal sebelum kepemilikannya dialihkan kepada Bulgaria.

Bulgaria akan menanggung biaya perbaikan dan restorasi agar seluruh kapal memenuhi standar kesiapan operasional NATO.

Menteri Pertahanan Bulgaria

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Alasan Nepal Tolak Bantuan SAR Asing usai Banjir Bandang Dahsyat, Korsel Tetap Negosiasi
BN
Alasan Nepal Tolak Bantuan SAR Asing usai Banjir Bandang Dahsyat, Korsel Tetap Negosiasi

Alasan Nepal Tolak Bantuan SAR Asing usai Banjir Bandang Dahsyat, Korsel Tetap Negosiasi

29 Agustus 2026 14:23 Tribunnews - Terkurasi Luar Negeri

TRIBUNNEWS.COM - Nepal menyatakan tidak memerlukan bantuan asing untuk operasi pencarian dan penyelamatan pascabanjir bandang dahsyat yang melanda pada hari Rabu (26/8/2026). Padahal, terdapat tawaran dari beberapa negara yang war...

TRIBUNNEWS.COM - Nepal menyatakan tidak memerlukan bantuan asing untuk operasi pencarian dan penyelamatan pascabanjir bandang dahsyat yang melanda pada hari Rabu (26/8/2026).

Padahal, terdapat tawaran dari beberapa negara yang warganya dilaporkan hilang dalam bencana tersebut.

Banjir tersebut menerjang berbagai wilayah, termasuk Distrik Rasuwa di dekat perbatasan China, meratakan seluruh kota, merusak pembangkit listrik tenaga air, dan menewaskan hampir 500 orang.

Ratusan warga negara asing masih dinyatakan hilang, termasuk dari Korea Selatan, yang menyatakan telah mengirimkan tim tanggap darurat ke Nepal dan akan mengerahkan tim bantuan bencana.

Namun, Kementerian Luar Negeri Nepal pada hari Jumat menegaskan bahwa pihaknya menangani sendiri upaya

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Badan Maritim PBB: 400 Kapal dan 6.000 Pelaut Masih Terjebak di Teluk
BN
Badan Maritim PBB: 400 Kapal dan 6.000 Pelaut Masih Terjebak di Teluk

Badan Maritim PBB: 400 Kapal dan 6.000 Pelaut Masih Terjebak di Teluk

29 Agustus 2026 14:09 BeritaSatu - Internasional Luar Negeri

Jakarta, Beritasatu.com - Organisasi Maritim Internasional atau International Maritime Organization  (IMO) mengungkap ada sekitar 400 kapal yang membawa 6.000 pelaut di dalamnya masih terjebak di kawasan Teluk, tepat 6 bulan setel...

Jakarta, Beritasatu.com - Organisasi Maritim Internasional atau International Maritime Organization  (IMO) mengungkap ada sekitar 400 kapal yang membawa 6.000 pelaut di dalamnya masih terjebak di kawasan Teluk, tepat 6 bulan setelah perang di Timur Tengah dimulai.

Sekretaris Jenderal IMO Arsenio Dominguez mengatakan sebagian kapal dan awaknya telah berhasil meninggalkan kawasan tersebut. Namun, ratusan kapal lainnya masih belum dapat berlayar dengan aman akibat situasi keamanan yang belum kondusif.

“Meskipun beberapa kapal dan awaknya telah dapat meninggalkan Teluk, hingga sekarang 400 kapal yang membawa sekitar 6.000 pelaut belum dapat berangkat dengan aman sejak konflik dimulai,” kata Dominguez, seperti dilansir dari Anadolu, Sabtu

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Di Tengah Sanksi AS, Iran Perkuat Diplomasi, Pertahanan, dan Persatuan Nasional
BN
Di Tengah Sanksi AS, Iran Perkuat Diplomasi, Pertahanan, dan Persatuan Nasional

Di Tengah Sanksi AS, Iran Perkuat Diplomasi, Pertahanan, dan Persatuan Nasional

29 Agustus 2026 14:05 Tribunnews - Terkurasi Luar Negeri

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Iran menegaskan komitmennya untuk tetap menghadapi tekanan Amerika Serikat dan apa yang disebutnya sebagai “konspirasi” AS-Israel. Teheran menyatakan diplomasi dan pertahanan merupakan dua instrumen yan...

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Iran menegaskan komitmennya untuk tetap menghadapi tekanan Amerika Serikat dan apa yang disebutnya sebagai “konspirasi” AS-Israel.

Teheran menyatakan diplomasi dan pertahanan merupakan dua instrumen yang tidak dapat dipisahkan dalam menjaga kepentingan nasional, keamanan, dan integritas wilayah negara.

Komitmen tersebut disampaikan pemerintah Iran dalam sebuah pernyataan pada Sabtu yang disiarkan kantor berita semi-resmi Tasnim. Pernyataan itu juga menegaskan komitmen pemerintah kepada Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei dan rakyat Iran.

Dalam pernyataannya, pemerintah berjanji untuk terus menghadapi apa yang disebut sebagai “sanksi yang tidak adil” dari Amerika Serikat sekaligus meningkatkan kualitas penghidupan masyarakat.

Pemerintah juga menekankan pentingnya menjaga kohesi

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Jelang Pemilu Israel, Netanyahu Soroti Turki sebagai Ancaman
BN
Jelang Pemilu Israel, Netanyahu Soroti Turki sebagai Ancaman

Jelang Pemilu Israel, Netanyahu Soroti Turki sebagai Ancaman

29 Agustus 2026 14:01 Liputan6 - Global Luar Negeri

Liputan6.com, Tel Aviv - Papan reklame raksasa yang terpampang di jalan utama Tel Aviv menempatkan Turki sebagai salah satu isu utama dalam kampanye pemilu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Reklame itu menampilkan Preside...

Liputan6.com, Tel Aviv - Papan reklame raksasa yang terpampang di jalan utama Tel Aviv menempatkan Turki sebagai salah satu isu utama dalam kampanye pemilu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Reklame itu menampilkan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bersama para pemimpin Iran Mojtaba Khamenei dan Hizbullah Naim Qassem serta Wali Kota New York Zohran Mamdani sebagai tokoh-tokoh yang diposisikan sebagai lawan Israel. Di bawah foto mereka tertulis slogan, "Mereka ingin Netanyahu kalah. Jangan biarkan mereka menang."

Beberapa hari lalu, Turki juga menjadi pusat ketegangan militer terbaru yang melibatkan Israel.

Jet tempur Israel menyerang pangkalan udara Abu al-Dahar di Suriah utara. Serangan

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Bertambah Lagi, 633 Orang Tewas Akibat Banjir Bandang Nepal-Tibet
BN
Bertambah Lagi, 633 Orang Tewas Akibat Banjir Bandang Nepal-Tibet

Bertambah Lagi, 633 Orang Tewas Akibat Banjir Bandang Nepal-Tibet

29 Agustus 2026 13:56 DetikNews - Internasional Luar Negeri

Otoritas Nepal dan China kembali memperbarui jumlah korban tewas akibat bencana banjir bandang dahsyat dan tanah longsor yang menerjang kawasan terpencil di Himalaya tersebut. Total sedikitnya 633 orang tewas akibat bencana memati...

Otoritas Nepal dan China kembali memperbarui jumlah korban tewas akibat bencana banjir bandang dahsyat dan tanah longsor yang menerjang kawasan terpencil di Himalaya tersebut. Total sedikitnya 633 orang tewas akibat bencana mematikan yang melanda wilayah perbatasan Nepal dan Tibet tiga hari lalu.

Otoritas Pengurangan Risiko dan Penanggulangan Bencana Nasional Nepal dalam pernyataan terbarunya, seperti dilansir AFP, Sabtu (29/6/2026), mengumumkan bahwa jumlah korban tewas di wilayah Nepal bertambah menjadi sedikitnya 626 orang hingga Sabtu (29/8) pagi.

Jumlah korban hilang juga dilaporkan bertambah, yakni mencapai angka 2.426 orang. Otoritas Nepal menambahkan 933 pekerja pembangkit listrik tenaga air setempat ke dalam daftar orang

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
AS Kehabisan Tameng? Perang Iran Buat Stok Rudal Patriot di Eropa Terjun ke Level Kritis
BN
AS Kehabisan Tameng? Perang Iran Buat Stok Rudal Patriot di Eropa Terjun ke Level Kritis

AS Kehabisan Tameng? Perang Iran Buat Stok Rudal Patriot di Eropa Terjun ke Level Kritis

29 Agustus 2026 13:54 Tribunnews - Terkurasi Luar Negeri

TRIBUNNEWS.COM - Persediaan rudal pencegat Patriot milik Amerika Serikat (AS) di Eropa mengalami penurunan hingga berada pada tingkat yang mengkhawatirkan akibat meningkatnya penggunaan sistem pertahanan udara dalam perang melawan...

TRIBUNNEWS.COM - Persediaan rudal pencegat Patriot milik Amerika Serikat (AS) di Eropa mengalami penurunan hingga berada pada tingkat yang mengkhawatirkan akibat meningkatnya penggunaan sistem pertahanan udara dalam perang melawan Iran.

Informasi tersebut disampaikan seorang pejabat pertahanan AS di Eropa dan seorang pejabat NATO kepada Associated Press (AP). Keduanya berbicara secara anonim karena membahas persoalan militer yang sensitif.

Menurut pejabat pertahanan AS, kekurangan paling mengkhawatirkan terjadi pada rudal pencegat Patriot. Sistem tersebut menjadi salah satu senjata utama untuk menghadapi rudal balistik berkecepatan tinggi.

Pejabat NATO membenarkan bahwa persediaan Patriot di antara pasukan AS dan NATO yang berada di Eropa kini berada

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Pendudukan Israel sebabkan 89 persen kebakaran properti Tepi Barat
BN
Pendudukan Israel sebabkan 89 persen kebakaran properti Tepi Barat

Pendudukan Israel sebabkan 89 persen kebakaran properti Tepi Barat

29 Agustus 2026 13:50 Antara - Terkini Luar Negeri

Ramallah (ANTARA) - Pihak pendudukan Israel bertanggung jawab atas hampir 89 persen kebakaran yang menyasar rumah, bangunan, dan kendaraan milik warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki sejak awal 2023, menurut Komisi Perlawana...

Ramallah (ANTARA) - Pihak pendudukan Israel bertanggung jawab atas hampir 89 persen kebakaran yang menyasar rumah, bangunan, dan kendaraan milik warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki sejak awal 2023, menurut Komisi Perlawanan Kolonisasi dan Tembok Palestina.

Dalam laporannya pada Jumat (28/8), komisi tersebut mengatakan telah mendokumentasikan 900 kasus kebakaran yang menargetkan properti warga Palestina antara Januari 2023 hingga 10 Juli 2026.

Menurut laporan itu, pihak pendudukan Israel bertanggung jawab atas 799 kasus atau 88,8 persen dari total kebakaran, sementara 101 kasus sisanya dikaitkan dengan tentara Israel.

Jumlah kebakaran yang tercatat meningkat dari 217 kasus pada 2023 menjadi 264 kasus

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
400 Kapal dan 6.000 Pelaut Terdampar di Teluk Imbas Konflik Timur Tengah
BN
400 Kapal dan 6.000 Pelaut Terdampar di Teluk Imbas Konflik Timur Tengah

400 Kapal dan 6.000 Pelaut Terdampar di Teluk Imbas Konflik Timur Tengah

29 Agustus 2026 13:47 Tribunnews - Terkurasi Luar Negeri

TRIBUNNEWS.COM - Organisasi Maritim Internasional (IMO) mengatakan 400 kapal dan 6.000 pelaut terdampar di Teluk setelah perang di Timur Tengah dimulai. Badan PBB tersebut telah memverifikasi setidaknya 70 serangan terhadap pelaya...

TRIBUNNEWS.COM - Organisasi Maritim Internasional (IMO) mengatakan 400 kapal dan 6.000 pelaut terdampar di Teluk setelah perang di Timur Tengah dimulai.

Badan PBB tersebut telah memverifikasi setidaknya 70 serangan terhadap pelayaran internasional sejak perang dimulai pada 28 Februari 2026, yang mengakibatkan kematian 19 pelaut.

AS dan Iran menandatangani nota kesepahaman pada Juni 2026 dan memulai negosiasi menuju kesepakatan akhir.

Namun, pembicaraan kemudian terhenti karena perbedaan pendapat tentang jaminan keamanan dan kebebasan navigasi melalui Selat Hormuz.

“Meskipun beberapa kapal dan awaknya telah berhasil meninggalkan Teluk, hingga 400 kapal yang membawa sekitar 6.000 pelaut belum dapat berangkat dengan aman sejak konflik dimulai,”

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Mantan Dubes AS Kritik Strategi Trump dalam Perang Iran: Tujuan Tidak Jelas
BN
Mantan Dubes AS Kritik Strategi Trump dalam Perang Iran: Tujuan Tidak Jelas

Mantan Dubes AS Kritik Strategi Trump dalam Perang Iran: Tujuan Tidak Jelas

29 Agustus 2026 13:25 Tribunnews - Terkurasi Luar Negeri

TRIBUNNEWS.COM - Mantan Duta Besar Amerika Serikat untuk Irak dan Kuwait Douglas Silliman menilai tujuan strategis pemerintahan Presiden Donald Trump dalam perang melawan Iran terus mengalami perubahan. Dalam wawancara dengan Al J...

TRIBUNNEWS.COM - Mantan Duta Besar Amerika Serikat untuk Irak dan Kuwait Douglas Silliman menilai tujuan strategis pemerintahan Presiden Donald Trump dalam perang melawan Iran terus mengalami perubahan.

Dalam wawancara dengan Al Jazeera, Silliman mengatakan Washington berisiko menjalankan perang dengan tujuan yang berubah-ubah apabila tidak segera menemukan strategi yang jelas untuk mengakhiri konflik.

Menurut Silliman, ketika Trump memulai perang tersebut, presiden AS tidak memiliki tujuan strategis spesifik selain mengupayakan runtuhnya pemerintahan Iran.

“Ketika (Trump) melancarkan perang ini, saya rasa dia sebenarnya tidak memiliki tujuan strategis khusus yang ingin dicapainya, selain runtuhnya rezim Iran,” kata Silliman.

Namun, tujuan tersebut tidak tercapai. Silliman

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Tolak Bantuan SAR Asing, Nepal Ungkap Perlu Kebutuhan Ini Pasca Banjir
BN
Tolak Bantuan SAR Asing, Nepal Ungkap Perlu Kebutuhan Ini Pasca Banjir

Tolak Bantuan SAR Asing, Nepal Ungkap Perlu Kebutuhan Ini Pasca Banjir

29 Agustus 2026 13:25 CNN Indonesia - Internasional Luar Negeri

Pemerintah Nepal menyatakan belum membutuhkan bantuan asing untuk operasi pencarian dan penyelamatan atau search and rescue (SAR) setelah banjir besar melanda wilayah perbatasan Nepal-China. Pemerintah setempat justru meminta bant...

Pemerintah Nepal menyatakan belum membutuhkan bantuan asing untuk operasi pencarian dan penyelamatan atau search and rescue (SAR) setelah banjir besar melanda wilayah perbatasan Nepal-China.

Pemerintah setempat justru meminta bantuan internasional untuk sejumlah pekerjaan teknis yang membutuhkan keahlian khusus.

Menteri Luar Negeri Nepal Shisir Khanal mengatakan tim penyelamat lokal masih mampu menangani operasi pencarian dan penyelamatan. Karena itu, pemerintah tidak melihat kebutuhan untuk mendatangkan tim SAR asing.

"Kami menilai tidak ada kebutuhan untuk mengulang upaya pencarian dan penyelamatan yang sudah dilakukan tim Nepal," kata Khanal kepada Reuters, Jumat (28/8) malam.

Namun, Nepal membutuhkan bantuan asing untuk sejumlah pekerjaan yang membutuhkan keahlian

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Malaysia-Brunei Sepakat Mekanisme ASEAN Atasi Asap, DPR Dorong Kemlu Perkuat Diplomasi Berbasis Data
BN
Malaysia-Brunei Sepakat Mekanisme ASEAN Atasi Asap, DPR Dorong Kemlu Perkuat Diplomasi Berbasis Data

Malaysia-Brunei Sepakat Mekanisme ASEAN Atasi Asap, DPR Dorong Kemlu Perkuat Diplomasi Berbasis Data

29 Agustus 2026 13:21 IDX Channel - News Luar Negeri

IDXChannel - Anggota Komisi I DPR Amelia Anggraini meminta Kementerian Luar Negeri (Kemlu) untuk memperkuat diplomasi berbasis data menyikapi persoalan asap lintas batas akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang diprotes Ma...

IDXChannel - Anggota Komisi I DPR Amelia Anggraini meminta Kementerian Luar Negeri (Kemlu) untuk memperkuat diplomasi berbasis data menyikapi persoalan asap lintas batas akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang diprotes Malaysia dan Brunei Darussalam.

Ia menilai, persoalan karhutla dan asap lintas batas harus ditangani sesuai mekanisme yang sudah disepakati bersama. Apalagi, Indonesia telah meratifikasi ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution melalui UU Nomor 26 Tahun 2014. 

Perjanjian itu mengatur pencegahan, pemantauan, pertukaran informasi, kerja sama dan bantuan antarnegara. Bahkan aturan itu mengatur penyelesaian perselisihan seperti termaktub dalam Pasal 27 yang berbunyi penyelesaiannya secara damai melalui konsultasi atau negosiasi.

"Jadi

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Prev 1 2 3 4 ... 64 Next

Berita Nusantara adalah kurator berita berbasis RSS. Semua berita mencantumkan sumber asli dan tidak diklaim sebagai liputan langsung.

Pengunjung hari ini: 39

YPWIK@2026