Kurator Berita YPWIK 8 September 2026 01:52 WITA online: 0
Tentang Hubungi Kami Download Aplikasi dan Bagikan Resume Berita
BNNews Berita Nusantara
Semua Wahdah Agama Pendidikan Tekno Olahraga Ekonomi Kesehatan Nasional Berita Daerah Gaya Hidup Luar Negeri
Kategori
Agama 544 Pendidikan 309 Tekno 545 Olahraga 1117 Ekonomi 3080 Kesehatan 373 Nasional 4053 Berita Daerah 202 Gaya Hidup 64 Luar Negeri 531 Mode Ringan / Cepat Resume
Ringan
Erupsi Gunung Api Bersamaan, Mentan: Belum Ada Laporan Kerusakan Sawah
BN
Erupsi Gunung Api Bersamaan, Mentan: Belum Ada Laporan Kerusakan Sawah

Erupsi Gunung Api Bersamaan, Mentan: Belum Ada Laporan Kerusakan Sawah

7 September 2026 15:50 Republika - Ekonomi Ekonomi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut pihaknya belum menerima laporan terkait kerusakan lahan pertanian akibat erupsi gunung api. Hal itu disampaikan Amran saat ditanya mengenai dampak...

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut pihaknya belum menerima laporan terkait kerusakan lahan pertanian akibat erupsi gunung api. Hal itu disampaikan Amran saat ditanya mengenai dampak aktivitas erupsi terhadap lahan pertanian di wilayah terdampak.

Sejumlah pihak terkait terus memberikan gambaran situasi dampak aktivitas erupsi. "Belum, belum ada laporan. Tapi saya kira itu biasanya bisa menyuburkan tanah," ujar Amran di Jakarta, Senin (7/9/2026).

Meski demikian, Mentan berharap abu vulkanik yang jatuh di wilayah pertanian tidak menimbulkan kerusakan. Dia juga memastikan belum ada laporan mengenai potensi gangguan terhadap pasokan komoditas pangan akibat aktivitas erupsi.

"Abu vulkanik? Iya, tetap,

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Erupsi Gunung Api Bersamaan, Mentan: Belum Ada Laporan Kerusakan
BN
Erupsi Gunung Api Bersamaan, Mentan: Belum Ada Laporan Kerusakan

Erupsi Gunung Api Bersamaan, Mentan: Belum Ada Laporan Kerusakan

7 September 2026 15:50 Republika - Ekonomi Ekonomi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut pihaknya belum menerima laporan terkait kerusakan lahan pertanian akibat erupsi gunung api. Hal itu disampaikan Amran saat ditanya mengenai dampak...

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut pihaknya belum menerima laporan terkait kerusakan lahan pertanian akibat erupsi gunung api. Hal itu disampaikan Amran saat ditanya mengenai dampak aktivitas erupsi terhadap lahan pertanian di wilayah terdampak.

Sejumlah pihak terkait terus memberikan gambaran situasi dampak aktivitas erupsi. "Belum, belum ada laporan. Tapi saya kira itu biasanya bisa menyuburkan tanah," ujar Amran di Jakarta, Senin (7/9/2026).

Meski demikian, Mentan berharap abu vulkanik yang jatuh di wilayah pertanian tidak menimbulkan kerusakan. Dia juga memastikan belum ada laporan mengenai potensi gangguan terhadap pasokan komoditas pangan akibat aktivitas erupsi.

"Abu vulkanik? Iya, tetap,

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Dari Biru ke Cokelat, Citra Satelit Tunjukkan Perubahan Selat Sunda akibat Erupsi Anak Krakatau
BN
Dari Biru ke Cokelat, Citra Satelit Tunjukkan Perubahan Selat Sunda akibat Erupsi Anak Krakatau

Dari Biru ke Cokelat, Citra Satelit Tunjukkan Perubahan Selat Sunda akibat Erupsi Anak Krakatau

7 September 2026 15:50 Kompas - Tekno Tekno

KOMPAS.com - Citra satelit merekam detik-detik erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi pada Jumat (4/9/2026) malam hingga Minggu (6/9/2026). Berdasarkan pantauan KompasTekno di platform citra satelit real-time Zoom Earth, momen erupsi tersebut tertangkap cukup jelas. Perubahan citra juga terjadi di sekitar Gunung Anak Krakatau, dari sebelum hingga sesudah e...

KOMPAS.com - Citra satelit merekam detik-detik erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi pada Jumat (4/9/2026) malam hingga Minggu (6/9/2026).

Berdasarkan pantauan KompasTekno di platform citra satelit real-time Zoom Earth, momen erupsi tersebut tertangkap cukup jelas.

Perubahan citra juga terjadi di sekitar Gunung Anak Krakatau, dari sebelum hingga sesudah erupsi terjadi.

Dari data penginderaan jauh yang dihimpun Zoom Earth menggunakan citra satelit Japan Meteorological Agency (JMA), NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration), serta Himawari-9, perairan Selat Sunda sekitar Gunung Anak Krakatau, tampak berubah dari biru gelap menjadi jingga kecokelatan.

Perubahan citra sebelum dan pasca-erupsi

Dalam time lapse citra satelit di platform

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Perang Ongkir E-commerce Bikin Pedagang Kecil Merana, Nasibnya Miris
BN
Perang Ongkir E-commerce Bikin Pedagang Kecil Merana, Nasibnya Miris

Perang Ongkir E-commerce Bikin Pedagang Kecil Merana, Nasibnya Miris

7 September 2026 15:50 CNBC Indonesia - Tech Tekno

Jakarta, CNBC Indonesia - Perang ongkir makanan dan ritel instan di China memang mulai mereda setelah diguyur intervensi ketat pemerintah. Namun, di balik meredanya gelontoran diskon besar-besaran dari raksasa teknologi seperti Me...

Jakarta, CNBC Indonesia - Perang ongkir makanan dan ritel instan di China memang mulai mereda setelah diguyur intervensi ketat pemerintah. Namun, di balik meredanya gelontoran diskon besar-besaran dari raksasa teknologi seperti Meituan, Alibaba, dan JD.com, ada warisan kelam yang ditinggalkan, yakni berat dan kerugian telak bagi para pedagang serta restoran kecil.

Sebelumnya, pertarungan brutal pangsa pasar memaksa platform digital menghabiskan miliaran dolar untuk kupon, promo gratis ongkir, hingga insentif demi memanjakan konsumen.

Kendati konsumen di kota besar kini terbiasa menikmati kemudahan belanja instan, mulai dari bahan makanan hingga kosmetik yang tiba dalam waktu 60 menit, para pelaku usaha skala kecil

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Dari Biru ke Cokelat, Citra Satelit Tunjukkan Perubahan Perairan Selat Sunda akibat Erupsi Anak Krakatau
BN
Dari Biru ke Cokelat, Citra Satelit Tunjukkan Perubahan Perairan Selat Sunda akibat Erupsi Anak Krakatau

Dari Biru ke Cokelat, Citra Satelit Tunjukkan Perubahan Perairan Selat Sunda akibat Erupsi Anak Krakatau

7 September 2026 15:50 Kompas - Tekno Tekno

KOMPAS.com - Citra satelit merekam detik-detik erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi pada Jumat (4/9/2026) malam hingga Minggu (6/9/2026). Berdasarkan pantauan KompasTekno di platform citra satelit real-time Zoom Earth, momen erupsi tersebut tertangkap cukup jelas. Perubahan citra juga terjadi di sekitar Gunung Anak Krakatau, dari sebelum hingga sesudah e...

KOMPAS.com - Citra satelit merekam detik-detik erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi pada Jumat (4/9/2026) malam hingga Minggu (6/9/2026).

Berdasarkan pantauan KompasTekno di platform citra satelit real-time Zoom Earth, momen erupsi tersebut tertangkap cukup jelas.

Perubahan citra juga terjadi di sekitar Gunung Anak Krakatau, dari sebelum hingga sesudah erupsi terjadi.

Dari data penginderaan jauh yang dihimpun Zoom Earth menggunakan citra satelit Japan Meteorological Agency (JMA), NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration), serta Himawari-9, perairan Selat Sunda sekitar Gunung Anak Krakatau, tampak berubah dari biru gelap menjadi jingga kecokelatan.

Perubahan citra sebelum dan pasca-erupsi

Dalam time lapse citra satelit di platform

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
BNPB berhasil padamkan 71.274 hektare lahan gambut di enam provinsi
BN
BNPB berhasil padamkan 71.274 hektare lahan gambut di enam provinsi

BNPB berhasil padamkan 71.274 hektare lahan gambut di enam provinsi

7 September 2026 15:49 Antara - Terkini Nasional

Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kebakaran telah melanda 72.008 hektare lahan gambut di enam provinsi, dengan 71.274,29 hektare diantaranya telah berhasil dipadamkan. Kepala BNPB Letjen TNI...

Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kebakaran telah melanda 72.008 hektare lahan gambut di enam provinsi, dengan 71.274,29 hektare diantaranya telah berhasil dipadamkan.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan enam provinsi tersebut yakni Kalimantan Barat, Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, dan Jambi.

“Untuk provinsi yang lahan gambut, Kalimantan Barat, Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Jambi, itu yang terbakar 72.008 hektare. Kemudian yang berhasil dipadamkan 71.274,29 hektare,” kata Suharyanto dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

Dengan demikian, lanjutnya, masih terdapat sekitar 734,81 hektare lahan gambut yang terbakar dan terus dalam penanganan.

Suharyanto mengatakan luasan

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Kapolri Sebut 8 Perusahaan Sedang Diusut Terkait Kasus Karhutla
BN
Kapolri Sebut 8 Perusahaan Sedang Diusut Terkait Kasus Karhutla

Kapolri Sebut 8 Perusahaan Sedang Diusut Terkait Kasus Karhutla

7 September 2026 15:48 CNN Indonesia - Nasional Nasional

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut sudah ada 8 perusahaan yang sedang diproses di kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan dan Sumatera. Hal itu disampaikan Kapolri dalam Rapat Terbatas (Ratas)...

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut sudah ada 8 perusahaan yang sedang diproses di kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan dan Sumatera.

Hal itu disampaikan Kapolri dalam Rapat Terbatas (Ratas) secara daring bersama Presiden Prabowo Subianto, pada Senin (7/9). Dalam ratas itu, mulanya Prabowo meminta Kapolri untuk melaporkan total pelaku penyebab Karhutla.

Sigit mengatakan hingga saat ini, total sudah ada 200 laporan polisi terkait Karhutla yang sedang diproses. Ia menyebut dari jumlah itu sebanyak 138 pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Ada 200 laporan polisi yang saat ini sedang kami proses. Ada 138 tersangka yang kita amankan," ujarnya.

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Lisa BLACKPINK raih rekor MV tercepat tembus 100 juta penonton
BN
Lisa BLACKPINK raih rekor MV tercepat tembus 100 juta penonton

Lisa BLACKPINK raih rekor MV tercepat tembus 100 juta penonton

7 September 2026 15:48 Antara - Terkini Nasional

Jakarta (ANTARA) - Solois sekaligus anggota grup K-pop BLACKPINK Lisa dikabarkan meraih rekor baru lewat lagu “SaWaDiKa” dengan Music Video (MV) tercepat di 2026 yang tembus 100 juta penonton di YouTube. Menurut laporan Soompi, Se...

Jakarta (ANTARA) - Solois sekaligus anggota grup K-pop BLACKPINK Lisa dikabarkan meraih rekor baru lewat lagu “SaWaDiKa” dengan Music Video (MV) tercepat di 2026 yang tembus 100 juta penonton di YouTube.

Menurut laporan Soompi, Senin, video musik (MV) lagu “SaWaDiKa” Lisa yang dirilis pada Jumat (4/9) pukul 09.00 waktu Korea, kini menjadi MV tercepat pada 2026, hanya membutuhkan waktu sekitar dua hari empat jam untuk pencapaian melampaui 100 juta penonton di YouTube.

“SaWaDiKa” digambarkan sebagai trek bernuansa hip-hop yang menampilkan kemampuan rap Lisa. Judul “SaWaDiKa” merupakan sapaan dalam bahasa Thailand yang berarti “halo” itu menjadi lagu pra-rilis dari mini album

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Prabowo Sebut Kapal Induk dari Italia Bakal Dikerahkan untuk Tangani Karhutla
BN
Prabowo Sebut Kapal Induk dari Italia Bakal Dikerahkan untuk Tangani Karhutla

Prabowo Sebut Kapal Induk dari Italia Bakal Dikerahkan untuk Tangani Karhutla

7 September 2026 15:48 Kompas - Nasional Nasional

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan, kapal induk Giuseppe Garibaldi yang didatangkan dari Italia bakal digunakan untuk menangani bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Prabowo mengatakan, kapal tersebut akan direkondisi begitu tiba di Indonesia untuk menjadi kapal induk bagi berbagai jenis helikopter, termasuk helikopter yang...

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan, kapal induk Giuseppe Garibaldi yang didatangkan dari Italia bakal digunakan untuk menangani bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Prabowo mengatakan, kapal tersebut akan direkondisi begitu tiba di Indonesia untuk menjadi kapal induk bagi berbagai jenis helikopter, termasuk helikopter yang dapat membawa 4-5 ton air untuk memadamkan api.

"(Kapal induk) Itu kita akan refurbish, kita rubah untuk menjadi kapal induk helikopter dan untuk drone. Dan itu kemampuannya tuh bisa menampung 10 helikopter kelas menengah, medium helicopter, 10," ujar Prabowo dalam rapat penanganan bencana pada Senin (7/9/2026), dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden.

"Jadi kalau

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Karhutla Makin Jadi Sorotan, Polisi Tetapkan 138 Tersangka dari 200 Laporan
BN
Karhutla Makin Jadi Sorotan, Polisi Tetapkan 138 Tersangka dari 200 Laporan

Karhutla Makin Jadi Sorotan, Polisi Tetapkan 138 Tersangka dari 200 Laporan

7 September 2026 15:48 TVOneNews Nasional

Jakarta, tvOnenews.com - Polisi telah menetapkan 138 tersangka dalam kasus pembakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, penetapan ratusan tersa...

Jakarta, tvOnenews.com - Polisi telah menetapkan 138 tersangka dalam kasus pembakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, penetapan ratusan tersangka tersebut dilakukan setelah polisi menerima sebanyak 200 laporan terkait kasus karhutla.

Dari ratusan laporan yang diterima, polisi menemukan adanya dugaan tindak pidana yang dilakukan baik secara sengaja maupun akibat kelalaian.

"Kami sudah menetapkan 138 tersangka yang melakukan kesengajaan dan kelalaian," kata Listyo, Senin (7/9/2026).

Listyo mengungkapkan, dari total 138 tersangka yang telah ditetapkan, mayoritas masuk dalam kategori dugaan pembakaran yang dilakukan secara sengaja.

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Hadapi Ancaman Paceklik, 1 Juta Ton Beras SPHP Siap di Diguyur Pasar
BN
Hadapi Ancaman Paceklik, 1 Juta Ton Beras SPHP Siap di Diguyur Pasar

Hadapi Ancaman Paceklik, 1 Juta Ton Beras SPHP Siap di Diguyur Pasar

7 September 2026 15:48 BeritaSatu - Ekonomi Ekonomi

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) memastikan pemerintah memberikan tambahan kuota penugasan kepada Perum Bulog untuk beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) sebanyak 1 juta...

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) memastikan pemerintah memberikan tambahan kuota penugasan kepada Perum Bulog untuk beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) sebanyak 1 juta ton pada tahun ini.

Sebelum mendapatkan tambahan penugasan, kuota awal Bulog berada di kisaran 828.000 ton hingga 888.000 ton. Penambahan pasokan tersebut disiapkan untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga beras di tengah ancaman musim paceklik akibat kemarau panjang.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, beras SPHP medium akan disalurkan ke pasar untuk menjaga ketersediaan beras ketika produksi petani diperkirakan menurun.

Kebijakan tersebut diputuskan melalui rapat pemerintah bersama Menteri Pertanian dan Perum

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Beras Premium 5 Kg Langka di Ritel, Pembelian Dibatasi
BN
Beras Premium 5 Kg Langka di Ritel, Pembelian Dibatasi

Beras Premium 5 Kg Langka di Ritel, Pembelian Dibatasi

7 September 2026 15:47 CNN Indonesia - Ekonomi Ekonomi

Beras premium kemasan 5 kilogram (kg) langka di sejumlah ritel di Jakarta. Imbas stok yang langka, sejumlah gerai ritel menerapkan pembatasan pembelian bagi tiap konsumen. Pantauan CNNIndonesia.com di sejumlah ritel Jakarta hari i...

Beras premium kemasan 5 kilogram (kg) langka di sejumlah ritel di Jakarta. Imbas stok yang langka, sejumlah gerai ritel menerapkan pembatasan pembelian bagi tiap konsumen.

Pantauan CNNIndonesia.com di sejumlah ritel Jakarta hari ini (7/9) menunjukkan stok beras 5 kg dengan harga sekitar Rp75 ribu kosong di beberapa gerai.

Di Alfamart Mampang, stok beras premium 5 kg hanya tersisa sedikit. Pramuniaga mengatakan pasokan beras sudah cukup lama tidak datang ke gerai tersebut. Begitu pasokan datang, produk-produknya langsung habis dibeli konsumen.

"Sudah lama enggak datang. Pas baru datang langsung habis," ujar pramuniaga tersebut (4/9).

Ia mengatakan pasokan berikutnya diperkirakan datang lusa, itu

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Prev 1 ... 104 105 106 107 108 ... 902 Next

Berita Nusantara adalah kurator berita berbasis RSS. Semua berita mencantumkan sumber asli dan tidak diklaim sebagai liputan langsung.

Pengunjung hari ini: 4

YPWIK@2026