Kurator Berita YPWIK 11 September 2026 02:56 WITA online: 0
Tentang Hubungi Kami Download Aplikasi dan Bagikan Resume Berita
BNNews Berita Nusantara
Semua Wahdah Agama Pendidikan Tekno Olahraga Ekonomi Kesehatan Nasional Berita Daerah Gaya Hidup Luar Negeri
Kategori
Agama 592 Pendidikan 341 Tekno 601 Olahraga 1203 Ekonomi 3262 Kesehatan 350 Nasional 4462 Berita Daerah 215 Gaya Hidup 69 Luar Negeri 503 Mode Ringan / Cepat Resume
Ringan
Amorim Akui Milan Memang Tak Pantas Menang atas Juventus
BN
Amorim Akui Milan Memang Tak Pantas Menang atas Juventus

Amorim Akui Milan Memang Tak Pantas Menang atas Juventus

7 September 2026 11:40 DetikSport Olahraga

AC Milan pulang dengan satu poin dari lawatannya ke markas Juventus meski sempat unggul lebih dulu. Pelatih Milan Ruben Amorim menilai hasil ini pantas untuk timnya. Duel Juventus vs Milan di Allianz Stadium, Turin, Senin (7/9/202...

AC Milan pulang dengan satu poin dari lawatannya ke markas Juventus meski sempat unggul lebih dulu. Pelatih Milan Ruben Amorim menilai hasil ini pantas untuk timnya.

Duel Juventus vs Milan di Allianz Stadium, Turin, Senin (7/9/2026) dini hari WIB, meramaikan pekan ketiga Serie A 2026/27. Kedua tim harus puas berbagi poin usai bermain imbang 1-1.

Juventus tampil dominan dengan total 14 tembakan, lima di antaranya mengarah ke gawang. Sementara Milan kesulitan menciptakan peluang dan cuma mencatatkan tiga upaya di sepanjang laga.

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
BGN Setop Sementara Pemberian MBG ke Sekolah Terapkan PJJ Imbas Erupsi
BN
BGN Setop Sementara Pemberian MBG ke Sekolah Terapkan PJJ Imbas Erupsi

BGN Setop Sementara Pemberian MBG ke Sekolah Terapkan PJJ Imbas Erupsi

7 September 2026 11:40 CNN Indonesia - Ekonomi Ekonomi

Badan Gizi Nasional (BGN) menyetop sementara penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Sebab, sekolah penerima tengah diterapkan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Kepala...

Badan Gizi Nasional (BGN) menyetop sementara penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Sebab, sekolah penerima tengah diterapkan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Kepala Biro Hukum dan Humas BGN Khairul Hidayati mengatakan penyesuaian operasional MBG merupakan langkah yang diambil untuk memastikan pelaksanaan program tetap berjalan secara aman dan responsif terhadap kondisi kedaruratan di wilayah terdampak.

"Keselamatan peserta didik dan seluruh warga satuan pendidikan menjadi pertimbangan utama dalam penyesuaian operasional MBG. Ketika proses pembelajaran dialihkan menjadi pembelajaran jarak jauh, mekanisme pemberian MBG di sekolah juga perlu disesuaikan agar pelaksanaannya tetap tepat sasaran, aman, dan selaras

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Kemenhut: Peningkatan kapasitas SDM kunci pengembangan pasar karbon
BN
Kemenhut: Peningkatan kapasitas SDM kunci pengembangan pasar karbon

Kemenhut: Peningkatan kapasitas SDM kunci pengembangan pasar karbon

7 September 2026 11:39 Antara - Terkini Nasional

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menilai peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) merupakan kunci penting dalam upaya pengembangan pasar karbon nasional yang kredibel, transparan, dan berintegritas tinggi...

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menilai peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) merupakan kunci penting dalam upaya pengembangan pasar karbon nasional yang kredibel, transparan, dan berintegritas tinggi.

Penasehat Utama Menteri Kehutanan Edo Mahendra dalam keterangannya di Jakarta, Senin, mengatakan penguatan SDM sejalan dengan penguatan kerangka regulasi nasional, sekaligus memastikan perdagangan karbon kehutanan memberikan manfaat bagi iklim, kelestarian hutan, dan masyarakat.

Edo mengatakan, dalam konteks Indonesia, penguatan kapasitas SDM perlu berjalan seiring dengan implementasi Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Instrumen Nilai Ekonomi Karbon dan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 6 Tahun 2026 tentang Tata Cara Perdagangan Karbon Melalui

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
CHiQ Raih "AI Home Ecosystem Brand Award", Hadirkan Pengalaman Gaya Hidup Cerdas Lewat Inovasi AI
BN
CHiQ Raih "AI Home Ecosystem Brand Award", Hadirkan Pengalaman Gaya Hidup Cerdas Lewat Inovasi AI

CHiQ Raih "AI Home Ecosystem Brand Award", Hadirkan Pengalaman Gaya Hidup Cerdas Lewat Inovasi AI

7 September 2026 11:38 Antara - Terkini Tekno

Berlin, (ANTARA/PRNewswire)- CHiQ, merek smart home global, sukses meraih AI Home Ecosystem Brand Award dalam ajang IFA 2026. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas konsistensi CHiQ dalam mengembangkan teknologi AI dan ekosistem r...

Berlin, (ANTARA/PRNewswire)- CHiQ, merek smart home global, sukses meraih AI Home Ecosystem Brand Award dalam ajang IFA 2026. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas konsistensi CHiQ dalam mengembangkan teknologi AI dan ekosistem rumah pintar, serta menghadirkan inovasi yang membuat pengalaman pengguna semakin baik.

Penghargaan dari IDG dan IFA ini mengapresiasi berbagai inovasi teknologi yang mencuri perhatian industri elektronik konsumen dan peralatan rumah tangga global selama IFA. Ajang ini turut menyoroti perkembangan terbaru di bidang AI, khususnya inovasi dan penerapan praktis yang berpotensi mendorong kemajuan industri.

"AI Home Ecosystem Brand Award merupakan pengakuan atas upaya CHiQ yang terus mengembangkan dan memperluas penerapan

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Badan Geologi: Erupsi Menerus Gunung Anak Krakatau Telah Berakhir, 3 Gunung Masih Aktif Erupsi
BN
Badan Geologi: Erupsi Menerus Gunung Anak Krakatau Telah Berakhir, 3 Gunung Masih Aktif Erupsi

Badan Geologi: Erupsi Menerus Gunung Anak Krakatau Telah Berakhir, 3 Gunung Masih Aktif Erupsi

7 September 2026 11:37 Republika - Ekonomi Ekonomi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat episode erupsi menerus Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda telah berakhir setelah berlangsung selama 25 jam. Kepala Badan Geologi...

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat episode erupsi menerus Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda telah berakhir setelah berlangsung selama 25 jam.

Kepala Badan Geologi Lana Saria dalam laporan evaluasi perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang diterima di Jakarta, Senin (7/9/2026), menyampaikan episode erupsi menerus yang dimulai sejak Jumat (4/9/2026) pukul 23.07 WIB resmi berakhir pada Ahad (6/9/2026) pukul 00.04 WIB.

"Pasca-berakhirnya episode tersebut, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau bertransisi kembali ke karakteristik erupsi strombolian yang ditandai dengan perekaman tiga kali gempa letusan/erupsi strombolian," kata Lana.

Badan Geologi menginterpretasikan kembalinya erupsi strombolian ini

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
DPR imbau masyarakay ikuti informasi resmi soal erupsi Anak Krakatau
BN
DPR imbau masyarakay ikuti informasi resmi soal erupsi Anak Krakatau

DPR imbau masyarakay ikuti informasi resmi soal erupsi Anak Krakatau

7 September 2026 11:37 Antara - Terkini Nasional

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi VIII DPR RI Maman Imanul Haq meminta masyarakat di Tanah Air terus mengikuti perkembangan informasi resmi dari pemerintah terkait dengan situasi terkini erupsi Gunung Anak Krakatau. "Ikuti informa...

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi VIII DPR RI Maman Imanul Haq meminta masyarakat di Tanah Air terus mengikuti perkembangan informasi resmi dari pemerintah terkait dengan situasi terkini erupsi Gunung Anak Krakatau.

"Ikuti informasi dan arahan resmi dari pemerintah, BPBD, BNPB, PVMBG, serta aparat setempat," kata Maman di Jakarta, Senin.

Menurutnya, hal itu akan mencegah masyarakat menjadi panik akibat informasi yang tidak benar. Ia juga mengingatkan masyarakat tetap tenang, namun tidak meremehkan potensi bahaya.

“Aktivitas di luar rumah juga sebaiknya dikurangi dan pintu serta jendela ditutup untuk mengurangi masuknya abu ke dalam rumah. Masyarakat juga perlu melindungi sumber air dan makanan

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
7 Bandara Ditutup, 2.300 Penerbangan Terdampak
BN
7 Bandara Ditutup, 2.300 Penerbangan Terdampak

7 Bandara Ditutup, 2.300 Penerbangan Terdampak

7 September 2026 11:37 DetikFinance Ekonomi

Sebanyak tujuh bandara di selatan Sumatera dan barat Jawa ditutup hingga pukul 18.00 WIB hari ini imbas abu vulkanik. Ribuan penerbangan jet komersial terdampak penutupan bandara tersebut. Sebanyak empat di antaranya adalah bandar...

Sebanyak tujuh bandara di selatan Sumatera dan barat Jawa ditutup hingga pukul 18.00 WIB hari ini imbas abu vulkanik. Ribuan penerbangan jet komersial terdampak penutupan bandara tersebut.

Sebanyak empat di antaranya adalah bandara yang melayani penerbangan jet komersial, mulai dari Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Bandara Husein Sastranegara Bandung, serta Bandara Radin Inten II Lampung.

PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports mencatat sejak 5 September 2026 hingga 7 September 2026 pukul 09.00 WIB, jumlah penerbangan terdampak dari penutupan sementara empat bandara tersebut, sebanyak 2.300 penerbangan dan penumpang terdampak sebanyak 268.539 orang.

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Polda Metro Semprot Jalan Kurangi Debu Vulkanik dengan Water Cannon
BN
Polda Metro Semprot Jalan Kurangi Debu Vulkanik dengan Water Cannon

Polda Metro Semprot Jalan Kurangi Debu Vulkanik dengan Water Cannon

7 September 2026 11:36 CNN Indonesia - Nasional Nasional

Satuan Brimob dan Direktorat Samapta Polda Metro Jaya mengerahkan kendaraan Armored Water Cannon (AWC) untuk melakukan penyemprotan air di sejumlah ruas jalan, Minggu (6/9). Penyemprotan dilakukan untuk membersihkan abu vulkanik G...

Satuan Brimob dan Direktorat Samapta Polda Metro Jaya mengerahkan kendaraan Armored Water Cannon (AWC) untuk melakukan penyemprotan air di sejumlah ruas jalan, Minggu (6/9). Penyemprotan dilakukan untuk membersihkan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Bukan cuma di Jakarta, penyemprotan dilakukan di Tangerang Selatan hingga Kabupaten Bekasi. Dalam keterangan tertulis Polda Metro penyemprotan dilakukan untuk membasahi permukaan jalan agar endapan abu tidak mudah beterbangan.

Brimob mengerahkan kendaraan AWC dari sejumlah batalyon untuk menangani beberapa ruas jalan. Sementara Samapta juga menurunkan tiga unit AWC untuk membantu mengurangi debu vulkanik yang beterbangan.

Selain melakukan penyemprotan, personel di lapangan turut memberikan imbauan kepada masyarakat agar

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Badan Geologi: Erupsi Menerus Gunung Anak Krakatau Berakhir Setelah Berlangsung 25 Jam
BN
Badan Geologi: Erupsi Menerus Gunung Anak Krakatau Berakhir Setelah Berlangsung 25 Jam

Badan Geologi: Erupsi Menerus Gunung Anak Krakatau Berakhir Setelah Berlangsung 25 Jam

7 September 2026 11:36 TVOneNews Nasional

Jakarta, tvOnenews.com - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut erupsi menerus Gunung Anak Krakatau telah berakhir setelah berlangsung selama 25 jam. Kepala Badan Geologi Lana Saria menyampaikan e...

Jakarta, tvOnenews.com - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut erupsi menerus Gunung Anak Krakatau telah berakhir setelah berlangsung selama 25 jam.

Kepala Badan Geologi Lana Saria menyampaikan episode erupsi menerus yang dimulai sejak Jumat (4/9/2026) pukul 23.07 WIB resmi berakhir pada Minggu (6/9/2026) pukul 00.04 WIB.

"Pascaberakhirnya episode tersebut, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau bertransisi kembali ke karakteristik erupsi strombolian yang ditandai dengan perekaman tiga kali gempa letusan/erupsi strombolian," jelasnya, Senin (7/9/2026). 

Dia memaparkan Badan Geologi menginterpretasikan kembalinya erupsi strombolian sebagai penanda berakhirnya fase letusan terus menerus berdurasi panjang. 

Meski begitu, kata dia, tingkat probabilitas terjadinya

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Ahli: Sulit Prediksi Kapan Hujan Abu Vulkanik Anak Krakatau Berakhir
BN
Ahli: Sulit Prediksi Kapan Hujan Abu Vulkanik Anak Krakatau Berakhir

Ahli: Sulit Prediksi Kapan Hujan Abu Vulkanik Anak Krakatau Berakhir

7 September 2026 11:36 Kompas - Nasional Nasional

JAKARTA, KOMPAS.com - Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) Daryono mengatakan, untuk memprediksi berakhirnya hujan abu vulkanik yang disebabkan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau sulit. "Bisakah waktu berhentinya diprediksi secara pasti? Jawabannya sulit diprediksi hingga ke jam, tanggal atau bulan pastinya," kata Daryono, dalam keterangan tertulisnya, S...

JAKARTA, KOMPAS.com - Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) Daryono mengatakan, untuk memprediksi berakhirnya hujan abu vulkanik yang disebabkan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau sulit.

"Bisakah waktu berhentinya diprediksi secara pasti? Jawabannya sulit diprediksi hingga ke jam, tanggal atau bulan pastinya," kata Daryono, dalam keterangan tertulisnya, Senin (7/9/2026).

Ia mengatakan, perut bumi berada puluhan kilometer di bawah tanah dan merupakan sistem alam yang sangat rumit.

Menurut dia. hingga saat ini belum ada teknologi di dunia yang bisa mengukur sisa jumlah magma di dalam bumi secara persis.

"Ini mirip kejadian gempa yang belum dapat diprediksi hingga saat ini karena mekanisme terjadinya di

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Ahli Vulkanologi Surono Imbau Warga Tak Perlu Takut dengan Erupsi Anak Krakatau, Waspadai Bahaya Abu Vulkanik
BN
Ahli Vulkanologi Surono Imbau Warga Tak Perlu Takut dengan Erupsi Anak Krakatau, Waspadai Bahaya Abu Vulkanik

Ahli Vulkanologi Surono Imbau Warga Tak Perlu Takut dengan Erupsi Anak Krakatau, Waspadai Bahaya Abu Vulkanik

7 September 2026 11:35 TVOneNews Nasional

tvOnenews.com - Warga Jakarta dan sekitarnya sempat dibuat panik dengan sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi pada Minggu (6/9/2026) pagi. Erupsi Gunung Anak Krakatau telah terjadi berkala sejak Jumat...

tvOnenews.com - Warga Jakarta dan sekitarnya sempat dibuat panik dengan sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi pada Minggu (6/9/2026) pagi.

Erupsi Gunung Anak Krakatau telah terjadi berkala sejak Jumat (4/9/2026) malam. Namun kini aktivitas vulkanik dari gunung api tersebut mulai mereda.

Namun, Ahli Vulkanologi Surono mengimbau agar masyarakat tidak perlu khawatir dengan letusan Gunung Api Anak Krakatau, tetapi waspadai abu vulkanik yang menyebar ke sejumlah wilayah.

Ahli Vulkanologi, Surono atau akrab disapa Mbah Rono bahwa Gunung Api Anak Krakatau merupakan gunung api muda dari segi usia.

Sehingga, sudah sewajarnya gunung ini sering meletus agar tumbuh tinggi

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Jadwal Mati Lampu Bergilir di Parepare Hari Ini Mulai Pukul 13.30 Wita
BN
Jadwal Mati Lampu Bergilir di Parepare Hari Ini Mulai Pukul 13.30 Wita

Jadwal Mati Lampu Bergilir di Parepare Hari Ini Mulai Pukul 13.30 Wita

7 September 2026 11:35 Detik Sulsel Nasional

PT PLN (Persero) ULP Mattirotasi kembali melakukan pemadaman listrik secara bergilir di wilayah Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) hari ini. Pemadaman bergilir dilakukan dalam rangka pemeliharaan instalasi ketenagalistrikan...

PT PLN (Persero) ULP Mattirotasi kembali melakukan pemadaman listrik secara bergilir di wilayah Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) hari ini. Pemadaman bergilir dilakukan dalam rangka pemeliharaan instalasi ketenagalistrikan demi menjaga kehandalan sistem.

"Pengaturan beban ini dilakukan demi menjaga keandalan sistem dan layanan kelistrikan. Hal ini semata-mata demi menjaga kestabilan sistem kelistrikan serta memastikan keselamatan petugas yang bertugas di lapangan," kata Manajer ULP Mattirotasi, Adryani dalam keterangannya, Senin (7/9/2026).

Adryani mengatakan durasi pemadaman masih berupa estimasi awal. Pasalnya, pasokan listrik wilayah Sulbagsel saat ini masih tahap pemulihan.

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Prev 1 ... 760 761 762 763 764 ... 967 Next

Berita Nusantara adalah kurator berita berbasis RSS. Semua berita mencantumkan sumber asli dan tidak diklaim sebagai liputan langsung.

Pengunjung hari ini: 25

YPWIK@2026