JAKARTA, KOMPAS.com - Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) Daryono mengatakan, untuk memprediksi berakhirnya hujan abu vulkanik yang disebabkan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau sulit.
"Bisakah waktu berhentinya diprediksi secara pasti? Jawabannya sulit diprediksi hingga ke jam, tanggal atau bulan pastinya," kata Daryono, dalam keterangan tertulisnya, Senin (7/9/2026).
Ia mengatakan, perut bumi berada puluhan kilometer di bawah tanah dan merupakan sistem alam yang sangat rumit.
Menurut dia. hingga saat ini belum ada teknologi di dunia yang bisa mengukur sisa jumlah magma