Kurator Berita YPWIK 1 September 2026 01:46 WITA online: 0
Tentang Hubungi Kami Download Aplikasi dan Bagikan Resume Berita
BNNews Berita Nusantara
Semua Wahdah Agama Pendidikan Tekno Olahraga Ekonomi Kesehatan Nasional Berita Daerah Gaya Hidup Luar Negeri
Kategori
Agama 847 Pendidikan 418 Tekno 583 Olahraga 1440 Ekonomi 3002 Kesehatan 433 Nasional 4658 Berita Daerah 666 Gaya Hidup 65 Luar Negeri 735 Mode Ringan / Cepat Resume
Ringan
Iran Sebut Blokade Angkatan Laut AS sebagai Agresi: Teheran Klaim Pilih Jalur Diplomasi
BN
Iran Sebut Blokade Angkatan Laut AS sebagai Agresi: Teheran Klaim Pilih Jalur Diplomasi

Iran Sebut Blokade Angkatan Laut AS sebagai Agresi: Teheran Klaim Pilih Jalur Diplomasi

27 Agustus 2026 14:08 Tribunnews - Terkurasi Luar Negeri

TRIBUNNEWS.COM - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menegaskan pemerintah Iran terus menggunakan jalur diplomatik untuk mencegah perang dan mengamankan kepentingan nasional. Baghaei menyebut Iran telah berul...

TRIBUNNEWS.COM - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menegaskan pemerintah Iran terus menggunakan jalur diplomatik untuk mencegah perang dan mengamankan kepentingan nasional.

Baghaei menyebut Iran telah berulang kali berupaya mencapai kesepakatan melalui diplomasi.

Namun, ia menuding Amerika Serikat melanggar sejumlah kesepakatan yang sebelumnya telah dicapai.

Dalam kesempatan tersebut, Baghaei juga menanggapi laporan mengenai jutaan barel minyak yang disebut melintasi Selat Hormuz setiap hari.

Ia menyebut informasi tersebut sebagai bagian dari perang psikologis yang dilakukan musuh.

Mengenai tekanan ekonomi terhadap Iran, Baghaei mengatakan istilah "perang ekonomi" yang digunakan AS sebelumnya disebut Iran sebagai sanksi ekonomi dan bahkan sebagai terorisme

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Warga India Paling Banyak Hilang Akibat Banjir Bandang Nepal
BN
Warga India Paling Banyak Hilang Akibat Banjir Bandang Nepal

Warga India Paling Banyak Hilang Akibat Banjir Bandang Nepal

27 Agustus 2026 14:05 CNN Indonesia - Internasional Luar Negeri

Warga India menjadi korban hilang terbanyak dalam banjir bandang yang melanda Nepal, Rabu (26/8). Berdasarkan informasi Nepal Tourism Board, sebanyak 142 warga negara India dilaporkan hilang. Menurut laporan Times of India, mengut...

Warga India menjadi korban hilang terbanyak dalam banjir bandang yang melanda Nepal, Rabu (26/8).

Berdasarkan informasi Nepal Tourism Board, sebanyak 142 warga negara India dilaporkan hilang.

Menurut laporan Times of India, mengutip kepolisian Nepal, 157 ditemukan meninggal dunia sementara 844 dinyatakan hilang. Sementara otoritas China melaporkan 265 hilang di wilayah Gyirong, Tibet.

Menurut laporan media India tersebut, warga India yang jadi korban sebagian besar peziarah Kailash Mansarovar, bersama 400 peziarah lain dari beberapa negara, yang sedang melintasi Tibet-Nepal.Sementara para petugas berjuang di antara cuaca buruk, jalanan berlumpur dan tingginya arus sungai.

Banjir bandang yang melanda wilayah Nepal sejak Rabu (26/8)

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
IRGC: Selat Hormuz tidak akan dibuka jika AS tolak persyaratan Iran
BN
IRGC: Selat Hormuz tidak akan dibuka jika AS tolak persyaratan Iran

IRGC: Selat Hormuz tidak akan dibuka jika AS tolak persyaratan Iran

27 Agustus 2026 14:00 Antara - Terkini Luar Negeri

Teheran (ANTARA) - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyatakan Selat Hormuz tidak akan dibuka jika AS tolak persyaratan Iran. Hossein Mohebbi, juru bicara IRGC, mengatakan kepada awak media bahwa jalur perairan strategis ter...

Teheran (ANTARA) - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyatakan Selat Hormuz tidak akan dibuka jika AS tolak persyaratan Iran. Hossein Mohebbi, juru bicara IRGC, mengatakan kepada awak media bahwa jalur perairan strategis tersebut tetap berada di bawah kendali Iran dan tidak ada kapal yang dapat melintasinya tanpa izin dari Iran.

"Semua kapal perang musuh berada setidaknya 400 kilometer dari Selat Hormuz, dan dari sudut pandang militer serta teritorial, tidak ada kapal yang dapat melintasi jalur perairan ini tanpa izin dan pengelolaan dari Iran," ujar Mohebbi. Dia menambahkan bahwa bahkan rute di dekat Oman sepenuhnya berada di bawah kendali Iran,

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Persidangan Dalang 9/11 Khalid Sheikh Mohammed Siap Digelar Juni 2028
BN
Persidangan Dalang 9/11 Khalid Sheikh Mohammed Siap Digelar Juni 2028

Persidangan Dalang 9/11 Khalid Sheikh Mohammed Siap Digelar Juni 2028

27 Agustus 2026 13:50 BeritaSatu - Internasional Luar Negeri

Washington, Beritasatu.com – Terduga dalang serangan teror 11 September 2001 atau yang dikenal 9/11, Khalid Sheikh Mohammed, akan menjalani persidangan pada Juni 2028, lebih dari seperempat abad setelah aksi terorisme yang menewas...

Washington, Beritasatu.com – Terduga dalang serangan teror 11 September 2001 atau yang dikenal 9/11, Khalid Sheikh Mohammed, akan menjalani persidangan pada Juni 2028, lebih dari seperempat abad setelah aksi terorisme yang menewaskan sekitar 3.000 orang di Amerika Serikat (AS) tersebut. 

Mengutip BBC, Kamis (27/8/2026), hakim militer AS memutuskan persidangan Mohammed dan tiga terdakwa lainnya akan dimulai pada 5 Juni 2028. Selain Mohammed, tiga terdakwa lainnya adalah Walid bin Attash, Ali Abdul Aziz Ali, dan Mustafa al-Hawsawi.

Keputusan tersebut diambil setelah jaksa sebelumnya mengusulkan persidangan dimulai pada 2027, tetapi hakim menilai waktu tersebut terlalu cepat.

Hakim Angkatan Udara AS, Letnan Kolonel

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Helikopter, drone bantu operasi SAR banjir Nepal-China
BN
Helikopter, drone bantu operasi SAR banjir Nepal-China

Helikopter, drone bantu operasi SAR banjir Nepal-China

27 Agustus 2026 13:50 Antara - Terkini Luar Negeri

Islamabad (ANTARA) - Operasi pencarian dan penyelamatan terus dilakukan dengan dukungan helikopter dan pesawat nirawak/drone untuk membantu pencarian dan penyelamatan korban akibat banjir bandang dahsyat yang menerjang desa dan ja...

Islamabad (ANTARA) - Operasi pencarian dan penyelamatan terus dilakukan dengan dukungan helikopter dan pesawat nirawak/drone untuk membantu pencarian dan penyelamatan korban akibat banjir bandang dahsyat yang menerjang desa dan jalur pendakian di wilayah perbatasan Nepal dan China.

Menurut laporan media setempat pada Kamis, jumlah korban tewas akibat bencana itu meningkat menjadi 162 orang, dan ratusan lainnya masih dinyatakan hilang.

Banjir tersebut diduga dipicu pecahan besar es dari gletser Himalaya yang runtuh sekitar 20 kilometer di timur laut pos lintas perbatasan Rasuwa-Rasuwagadhi. Berdasarkan citra satelit, pecahan es itu membawa berton-ton es dan bebatuan hingga jatuh ke Sungai Bhotekoshi di bawahnya, demikian

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Iran Beri Peringatan Keras: Pangkalan AS di Eropa Bisa Jadi Target
BN
Iran Beri Peringatan Keras: Pangkalan AS di Eropa Bisa Jadi Target

Iran Beri Peringatan Keras: Pangkalan AS di Eropa Bisa Jadi Target

27 Agustus 2026 13:42 Tribunnews - Terkurasi Luar Negeri

TRIBUNNEWS.COM - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, memperingatkan bahwa Iran dapat menargetkan pangkalan-pangkalan Amerika Serikat (AS) di negara-negara Eropa apabila negara-negara tersebut terlibat dalam a...

TRIBUNNEWS.COM - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, memperingatkan bahwa Iran dapat menargetkan pangkalan-pangkalan Amerika Serikat (AS) di negara-negara Eropa apabila negara-negara tersebut terlibat dalam agresi terhadap Iran.

Pernyataan tersebut disampaikan Baghaei dalam konferensi pers mingguan pada Senin. Ia menegaskan Iran tidak menerima pihak yang dianggap sebagai agresor menetapkan syarat untuk mengakhiri perang.

Menurut Baghaei, tidak ada alasan bagi negara lain untuk takut terhadap Iran selama negara tersebut tidak membuka wilayahnya bagi AS untuk melakukan agresi terhadap Iran.

Ia juga menegaskan Iran memiliki hak untuk menargetkan sumber maupun asal setiap tindakan agresif terhadap Republik Islam.

"Iran tidak memulai

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Mantan PM Malaysia Ismail Sabri Didakwa Tak Laporkan Aset Bernilai Fantastis
BN
Mantan PM Malaysia Ismail Sabri Didakwa Tak Laporkan Aset Bernilai Fantastis

Mantan PM Malaysia Ismail Sabri Didakwa Tak Laporkan Aset Bernilai Fantastis

27 Agustus 2026 13:41 Liputan6 - Global Luar Negeri

Liputan6.com, Kuala Lumpur - Mantan Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob didakwa gagal melaporkan sejumlah aset kepada Komisi Pemberantasan Korupsi Malaysia (MACC). Ia mengaku tidak bersalah di Pengadilan Sesyen Kuala Lump...

Liputan6.com, Kuala Lumpur - Mantan Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob didakwa gagal melaporkan sejumlah aset kepada Komisi Pemberantasan Korupsi Malaysia (MACC). Ia mengaku tidak bersalah di Pengadilan Sesyen Kuala Lumpur pada Kamis (27/8/2026).

Bernama melaporkan, Ismail Sabri didakwa sengaja memberikan pernyataan tertulis yang tidak memenuhi ketentuan dalam surat perintah MACC terkait pelaporan aset. Dakwaan itu dibacakan di hadapan Hakim Suzana Hussin.

Menurut lembar dakwaan, MACC menerbitkan surat perintah berdasarkan Pasal 36(1)(a) Undang-Undang MACC 2009 pada 7 Januari 2025 dan menyerahkannya kepada Ismail Sabri pada 10 Januari 2025. Surat tersebut mewajibkannya memberikan keterangan mengenai aset tertentu.

Jaksa menuduh Ismail Sabri

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
DPN perkuat kerja sama bidang pertahanan dengan Jepang
BN
DPN perkuat kerja sama bidang pertahanan dengan Jepang

DPN perkuat kerja sama bidang pertahanan dengan Jepang

27 Agustus 2026 13:35 Antara - Terkini Luar Negeri

Jakarta (ANTARA) - Dewan Pertahanan Nasional (DPN) berupaya memperkuat kerja sama bidang pertahanan dengan Jepang melalui audensi dengan delegasi Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia di Ruang Tamu Sekretaris DPN, Kantor DPN, Jaka...

Jakarta (ANTARA) - Dewan Pertahanan Nasional (DPN) berupaya memperkuat kerja sama bidang pertahanan dengan Jepang melalui audensi dengan delegasi Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia di Ruang Tamu Sekretaris DPN, Kantor DPN, Jakarta, Rabu (26/8).

Dalam unggahan akun instagram resmi @dewanpertahanannasional, Kamis, dijelaskan audiensi ini dipimpin oleh Deputi Bidang Geostrategi DPN Mayjen TNI Frega Wenas Inkiriwang.

Sedangkan dari delegasi Jepang yakni Direktur Bagian Politik Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia Tanaka Motoyasu, Atase Pertahanan Kedutaan Besar Jepang Kolonel Takeshi Yamakawa, serta Mr. Ito.

Ke dua belah pihak membahas ragam rencana kerja sama yang akan dibangun antara Indonesia dan Jepang.

"Pertemuan membahas penguatan

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
AS Tuduh China Retas NASA, The Fed, hingga Perusahaan Listrik
BN
AS Tuduh China Retas NASA, The Fed, hingga Perusahaan Listrik

AS Tuduh China Retas NASA, The Fed, hingga Perusahaan Listrik

27 Agustus 2026 13:35 CNN Indonesia - Internasional Luar Negeri

Amerika Serikat menuding China meretas Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional (National Aeronautics and Space Administration/NASA), Federal Reserve atau The Fed, hingga infrastruktur penting termasuk perusahaan listrik. Departem...

Amerika Serikat menuding China meretas Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional (National Aeronautics and Space Administration/NASA), Federal Reserve atau The Fed, hingga infrastruktur penting termasuk perusahaan listrik.

Departemen Kehakiman AS dan Biro Investigasi Federal (Federal Bureau of Investigation/FBI) pada Rabu (26/8) menyatakan tiga domain internet terkait dua platform peretasan yang diduga dioperasikan oleh kelompok peretas China telah disita.

Otoritas menyebut kelompok peretas tersebut dikenal sebagai QTFY. Mereka disebut menargetkan NASA, The Fed, Senat, beberapa departemen pemerintah, serta infrastruktur vital seperti perusahaan listrik, rumah sakit, perusahaan telekomunikasi, lembaga keuangan, dan kontraktor pertahanan.

Washington menuduh operasi peretasan itu disponsori pemerintah China dan bahwa

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
125 Negara Siap Tangkap Netanyahu? Surat Perintah ICC Bikin PM Israel Makin Sulit Keliling Dunia
BN
125 Negara Siap Tangkap Netanyahu? Surat Perintah ICC Bikin PM Israel Makin Sulit Keliling Dunia

125 Negara Siap Tangkap Netanyahu? Surat Perintah ICC Bikin PM Israel Makin Sulit Keliling Dunia

27 Agustus 2026 13:21 Tribunnews - Terkurasi Luar Negeri

TRIBUNNEWS.COM - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menghadapi ruang gerak yang semakin terbatas dalam melakukan perjalanan internasional setelah Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan t...

TRIBUNNEWS.COM - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menghadapi ruang gerak yang semakin terbatas dalam melakukan perjalanan internasional setelah Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap dirinya.

Keberadaan surat perintah tersebut menjadi persoalan penting bagi Netanyahu karena terdapat 125 negara pihak pada Statuta Roma, yakni perjanjian internasional yang menjadi dasar berdirinya ICC dan mengatur kewenangan pengadilan tersebut dalam menangani kejahatan internasional.

Negara-negara pihak Statuta Roma tersebar di berbagai kawasan dunia, termasuk Eropa, Afrika, Asia-Pasifik, serta Amerika Latin dan Karibia.

Di antara negara-negara tersebut terdapat sejumlah negara besar yang memiliki pengaruh politik dan ekonomi cukup kuat, seperti Prancis, Inggris, Jerman,

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
PBB kirim bantuan mitigasi banjir di perbatasan China, Nepal
BN
PBB kirim bantuan mitigasi banjir di perbatasan China, Nepal

PBB kirim bantuan mitigasi banjir di perbatasan China, Nepal

27 Agustus 2026 13:15 Antara - Terkini Luar Negeri

Washington (ANTARA) - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengerahkan bantuan dan personel kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir parah di perbatasan China dan Nepal, kata Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres...

Washington (ANTARA) - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengerahkan bantuan dan personel kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir parah di perbatasan China dan Nepal, kata Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Rabu (26/8).

"Saya berduka cita atas banjir parah yang terjadi di Nepal dan China yang telah merenggut banyak nyawa, menyebabkan sejumlah orang hilang, serta menimbulkan kerusakan besar," kata Guterres melalui platform media sosial X.

Guterres menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan mendoakan agar mereka yang terluka segera pulih.

"Di Nepal, PBB membantu mitigasi yang dipimpin pemerintah. Tim PBB dan mitra kemanusiaan mengirimkan bantuan dan personel untuk mendukung masyarakat yang terdampak

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Pencarian Korban Banjir Nepal-Tibet Terkendala Lumpur 1,5 Meter
BN
Pencarian Korban Banjir Nepal-Tibet Terkendala Lumpur 1,5 Meter

Pencarian Korban Banjir Nepal-Tibet Terkendala Lumpur 1,5 Meter

27 Agustus 2026 13:05 CNN Indonesia - Internasional Luar Negeri

Pencarian korban banjir di wilayah perbatasan Nepal dan Tibet, China, terhambat lumpur dan puing-puing setebal hampir 1,5 meter. Kondisi itu membuat akses menuju Pelabuhan Gyirong sulit dilalui tim penyelamat. Banjir besar menerja...

Pencarian korban banjir di wilayah perbatasan Nepal dan Tibet, China, terhambat lumpur dan puing-puing setebal hampir 1,5 meter.

Kondisi itu membuat akses menuju Pelabuhan Gyirong sulit dilalui tim penyelamat.

Banjir besar menerjang wilayah tersebut lebih dari 20 jam sebelum tim penyelamat berusaha mencapai pelabuhan.

Namun, longsoran lumpur dan puing-puing masih menutup jalan menuju lokasi.

Seorang reporter media pemerintah China yang berada di wilayah Gyirong, Tibet, mengatakan lumpur dan puing-puing masih menghalangi akses menuju Pelabuhan Gyirong, pada Kamis pagi.

"Tepi longsor berjarak sekitar 2,5 kilometer dari pelabuhan Gyirong, dan longsoran lumpur tersebut memiliki ketebalan hampir 1,5 meter di bagian tepinya," kata

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Prev 1 ... 54 55 56 57 58 ... 62 Next

Berita Nusantara adalah kurator berita berbasis RSS. Semua berita mencantumkan sumber asli dan tidak diklaim sebagai liputan langsung.

Pengunjung hari ini: 2

YPWIK@2026