Berbekal Pinjaman Rp 200 Ribu, Ayah Cari Putranya Usai Banjir Bandang Nepal
Liputan6.com, Kathmandu - Mata Talka Sada tampak letih. Kerutan di wajahnya semakin kentara karena kecemasan. Tumitnya sakit setelah berjalan berkilo-kilometer melintasi kawasan pegunungan Nepal. Ia lapar dan marah. Perasaannya si...
Liputan6.com, Kathmandu - Mata Talka Sada tampak letih. Kerutan di wajahnya semakin kentara karena kecemasan. Tumitnya sakit setelah berjalan berkilo-kilometer melintasi kawasan pegunungan Nepal.
Ia lapar dan marah. Perasaannya silih berganti antara berharap dan putus asa. Namun, pikirannya tetap tertuju pada satu tujuan: menemukan putranya yang hilang.
Sada, yang berusia sekitar 50-an tahun, berasal dari Saptari, sebuah distrik di kawasan Terai. Wilayah dataran ini membentang di Nepal bagian selatan, di antara Perbukitan Shivalik dan perbatasan dengan India yang relatif terbuka.
Penduduk kawasan tersebut dikenal sebagai Madhesi, kelompok masyarakat dengan latar belakang etnis, bahasa, budaya, daerah, dan kasta yang beragam.
Vinod,