Kemenag & Kebijakan

Pengalaman Haji Pasangan Muda: Komitmen Jadi Kunci Kebersamaan di Tanah Suci

Tanggal asli: 30 Juni 2026 10:23 Sumber: Republika - Khazanah
Pengalaman Haji Pasangan Muda: Komitmen Jadi Kunci Kebersamaan di Tanah Suci

Oleh: Jurnalis Republika Fernan Rahadi dari Madinah, Arab Saudi

REPUBLIKA.CO.ID, MADINAH -- Mufidatul Faizah (36 tahun) terlihat tengah menikmati obrolan dengan sang suami, Agus Salim (39), saat ditemui di sebuah restoran Asia di Madinah beberapa waktu lalu. Bagi Faizah, kebersamaan dengan sang suami ibarat bulan madu kedua meskipun keduanya berstatus sebagai jamaah haji.

"Alhamdulillah kami bisa berangkat muda. Sangat bersyukur sekali karena di sini (Tanah Suci) fisik sangat diandalkan. Kami berdua seperti layaknya pengantin baru," tutur Faizah sambil tersenyum kepada Republika, Kamis (18/6/2026).

Selaras dengan Faizah, Agus pun mengaku menikmati haji tahun ini bersama istrinya. Baginya, ibadah haji merupakan ibadah fisik, ibadah hati, dan ibadah maliyah (harta).

"Ketiganya harus kita jaga karena tujuannya hanya satu, yakni beribadah kepada Allah," tutur pria asal Jember tersebut.

Menurut Agus, berangkat haji di usia muda memiliki berbagai keuntungan. Salah satunya adalah bisa jalan-jalan ke berbagai tempat. Apalagi ia dan istri menunaikan haji melalui jalur mandiri.

"Bisa ke jabal-jabalan, mulai dari Jabal Khandamah, Jabal Nur, Jabal Tsur di Makkah hingga Jabal Uhud di Madinah yang view-nya bagus banget kalau malam hari," kata Agus, ditimpali sang istri.

Jamaah kloter UPG 43 itu pun berpesan, jika ingin merencanakan naik haji, pasangan sebaiknya mulai menabung sejak usia muda. Bahkan, jika memiliki rezeki lebih dan telah memiliki anak yang sudah memasuki jenjang SMP, anak tersebut dapat segera didaftarkan.

“Saya berdoa bagi yang belum mendaftar haji segera mendaftar dan semoga Allah memberikan kemudahan bagi mereka untuk segera menunaikan haji,” kata Agus.

Menurut dia, cara menjaga kebersamaan pasangan suami istri selama haji adalah memiliki komitmen. Jika berhaji sendiri, ujiannya adalah perasaan kesepian. Adapun bagi pasangan yang berhaji bersama, ujiannya adalah perbedaan keinginan masing-masing.

"Karena kadang istri ingin ke mal, suami ingin jamaah di masjid. Jadi harus ada komitmen, misalnya ke masjid dulu baru ke mal," ujar Agus.

Lihat postingan ini di Instagram

Postingan yang dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

Catatan kurasi

Islam Indonesia & Pendidikan YPWIK adalah kurator berita berbasis RSS. Semua berita mencantumkan sumber asli dan tidak diklaim sebagai liputan langsung.

Baca Sumber Asli