Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak dunia merosot tajam pada perdagangan Rabu. Pelemahan terjadi setelah Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance menyebut perang melawan Iran sebagai penyebab kemunduran Partai Republik dalam pemilu paruh waktu.
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 8,3 persen dan ditutup pada US$ 88,12 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah Brent, yang menjadi acuan internasional, anjlok 8,7 persen menjadi US$ 94,62 per barel.
“Alasan kita kalah adalah perang,” tulis Vance melalui media sosial