Liputan6.com, Jakarta - Pelemahan nilai tukar rupiah tidak hanya membebani sektor usaha yang bergantung pada impor, tetapi juga mengancam bisnis berorientasi domestik, mulai dari makanan dan minuman, kesehatan, konstruksi, properti, hingga industri digital.
Ketergantungan terhadap bahan baku, mesin, teknologi, dan layanan berdenominasi valuta asing membuat biaya operasional perusahaan meningkat ketika rupiah melemah.
Ketua Umum Asosiasi Pemasok Energi, Mineral dan Batubara Indonesia (Aspebindo) Anggawira mengatakan, dampak pelemahan rupiah dapat menjalar ke berbagai sektor yang selama ini terlihat tidak memiliki ketergantungan besar