Pelemahan nilai tukar rupiah di atas Rp 18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan berlangsung hingga akhir 2026. Bahkan mata uang Garuda ini masih berpotensi terus melemah hingga sentuh level Rp 18.350
Pengamat Mata Uang, Lukman Leong, berpendapat pelemahan rupiah ini didorong oleh sejumlah faktor baik eksternal maupun internal. Dalam hal ini, faktor eksternal yang dimaksud seperti kebijakan suku bunga The Fed dan harga minyak global yang tinggi. Sedangkan faktor internal disebabkan oleh laporan MSCI atas pasar modal Indonesia