Hari Sumpah Pemuda ke-98 tahun ini mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”. Tema itu indah, tetapi sejarah mengajarkan bahwa tema yang indah tak otomatis melahirkan generasi yang tangguh. Pada 1928, para pemuda tidak menunggu bonus demografi. Mereka menciptakan sesuatu yang lebih langka: imajinasi tentang satu bangsa di antara ratusan etnis dan bahasa. Ikrar itu menjadi bukti bahwa pemuda yang punya gagasan bisa mengubah sejarah. Pertanyaannya, apakah pemuda hari ini sedang diberi ruang untuk melakukan hal serupa, atau sekadar
Pendidikan
Pemuda, Sumpah 1928, dan Ujian Menuju Indonesia Emas