Jakarta, CNBC Indonesia - Gejolak geopolitik dan meningkatnya risiko bencana alam menjadi tantangan besar bagi ketahanan energi Indonesia, termasuk upaya mengakselerasi pemanfaatan energi terbarukan.
Krisis geopolitik dan bencana alam menghadirkan dua tekanan sekaligus bagi sektor energi. Ketergantungan terhadap bahan bakar fosil membuat Indonesia rentan terhadap gejolak harga global, sementara perubahan iklim menguji keandalan pembangkit dan jaringan listrik domestik.
Peneliti Institute for Essential Services Reform (IESR) Deon Arinaldo menilai situasi geopolitik dan perubahan iklim kini menjadi dua faktor yang semakin menentukan