Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengungkapkan penyebab nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus tertekan hingga saat ini.
Ia menegaskan, sebetulnya pada akhir kuartal III-2026, kurs rupiah mampu menguat terhadap dolar, ke level Rp17.830/US$. Namun, memasuki Oktober, tekanan terus terjadi hingga 2 November 2026 bertengger di level US$18.145/US$.
"Posisi 2 November menjadi Rp18.145 per dolar AS, dibandingkan pada periode penguatan di September Rp17.870," tegas Destry dalam konferensi pers hasil rapat Komite Stabilitas Sistem