Oleh: Muchamad Arifin Ketua LDK PP Muhammadiyah
Ada dakwah yang selesai ketika mikrofon dimatikan. Namun, ada pula dakwah yang justru dimulai setelah ceramah berakhir: ketika dai ikut memikirkan bagaimana masyarakat memenuhi kebutuhan hidupnya, mendampingi mereka menghadapi kesulitan, dan menumbuhkan keyakinan bahwa masa depan yang lebih baik bukan sesuatu yang mustahil.
Di situlah dakwah komunitas menemukan maknanya.
Selama ini, dakwah kerap dibayangkan sebagai aktivitas menyampaikan ajaran agama melalui mimbar masjid, majelis taklim, sekolah, pesantren, atau forum pengajian. Semua itu penting dan