Bagi banyak orang, kumpul keluarga di hari-hari besar bukan hanya soal makanan dan foto bersama. Di sela bersalaman, tiba-tiba tante dan om melempar pertanyaan bertubi-tubi: kerja di mana, gajinya berapa, kapan beli rumah, sudah punya pacar belum, kapan nikah? Terdengar ringan, tetapi jawabannya terasa seperti ujian hidup. Di usia 20-an, kita merasa tertinggal oleh sesuatu yang sebenarnya belum ditentukan siapa pun. Teman-teman sebaya sudah naik jabatan atau bertunangan, sementara kita masih sibuk membuka laman lowongan kerja, menutupnya, lalu membukanya lagi.
Gaya Hidup
Membaca Quarter-Life Crisis melalui Sartre dan Kierkegaard