Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Ahmad Najib Burhani, mengungkap sejumlah praktik bermasalah dalam pengelolaan jurnal ilmiah di Indonesia. Modusnya beragam, mulai dari mencantumkan nama akademisi tanpa izin hingga menjadikan penerbitan artikel sebagai ladang komersialisasi.
Najib mengatakan kasus pencatutan nama dalam publikasi ilmiah bukan pertama kali terjadi. Meski belum mempelajari secara khusus persoalan yang melibatkan Ekliptika: Jurnal Inovasi Teknologi Berkelanjutan, ia mengakui praktik serupa ditemukan dalam sejumlah kasus jurnal bermasalah di Indonesia.
"Saya kan