JAKARTA, KOMPAS.com - Tekanan terhadap nilai tukar rupiah semakin dipengaruhi oleh faktor domestik, hal itu tercermin dari pelemahan rupiah yang lebih dalam dibandingkan sejumlah mata uang Asia.
Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengungkapkan, sejak awal 2026, rupiah telah terdepresiasi sekitar 8,8 persen terhadap dollar AS.
Pelemahan ini terjadi ketika indeks dollar AS justru cenderung menurun sekitar 0,25 persen ke level 101,62, sementara harga minyak Brent turun hampir 4 persen menuju 109 dollar AS per