MASSIF menggebrak, menggerebek kejahatan narkotika. Itulah yang tampak saat ini ditunjukan Polri sejak Kapolri baru Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.
Dan gebrakan itu tepat sasaran, karena kejahatan narkotika sudah bukan lagi sekedar penting dan genting.
Ia sudah emergency warning sejak 2025, mengancam generasi, merusak sendi keluarga, dan menjadi sumber utama kejahatan jalanan.
Namun, ada paradoks yang terus berulang dalam perang melawan narkotika di Indonesia.
Di satu sisi, aparat rajin mengungkap perkara. Konferensi pers digelar, tersangka berderet, barang bukti bertumpuk.
Di