Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka dinilai memiliki daya tawar politik yang kuat di tengah berbagai kritik dan polemik terkait ijazah.
Direktur Eksekutif Puspoll Indonesia, Chamad Hojin mengatakan serangkaian serangan politik terhadap Gibran tidak bisa dilepaskan dari posisinya dalam peta kekuasaan nasional. Terlebih, Gibran dinilai memiliki prospek politik yang masih terbuka untuk masa mendatang.
"Kekuatan seorang tokoh tidak hanya ditentukan oleh jabatan yang sedang diemban, tetapi juga oleh daya tawarnya dalam perebutan kekuasaan berikutnya," kata Chamad dalam keterangannya, Senin (2/11).