“Kenapa kasus ijazahnya tidak pernah tuntas?”
JIKA seorang anak mengajukan pertanyaan seperti itu, apa yang akan kita jawab?
Tentu kita perlu terlebih dahulu melepaskan baju keberpihakan politik yang dianut hari ini.
Anak membutuhkan penjelasan yang bertumpu pada bukti. Dan, juga pada realitas yang dapat dicerna dengan akal sehat. Tidak perlu muter sana, muter sini.
Pertanyaan itu tidak muncul begitu saja. Anak-anak mungkin tidak akan mempertanyakannya jika pemberitaan polemik ijazah seseorang tidak terus hadir dalam keseharian mereka.
Apalagi jika yang dipersoalkan