Lombok Tengah, Beritasatu.com – Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik menilai saham-saham syariah memiliki daya tahan yang relatif lebih baik di tengah tekanan pasar modal Indonesia sepanjang 2026. Ketahanan tersebut didukung karakteristik saham dan investor syariah.
Jeffrey menjelaskan, salah satu faktor yang membuat saham syariah relatif lebih tahan adalah tidak adanya saham perbankan konvensional dalam indeks saham syariah. Padahal, saham-saham perbankan konvensional menjadi kelompok saham yang paling tertekan di pasar modal sepanjang 2026.
“Kalau kita lihat memang demikian