INDRAMAYU -- Bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan PT Kilang Pertamina Internasional RU VI Balongan, Kabupaten Indramayu, lidah api yang membumbung dari menara flare adalah pemandangan karib sehari-hari. Kilatan api gas suar bakar itu menjadi simbol visual yang menandakan jantung operasional kilang yang mulai beroperasi sejak 1994 itu tengah berdenyut.
Secara teknis, flare ibarat benteng pertahanan terakhir. Sistem keselamatan wajib itu bertugas membakar sisa kelebihan gas hidrokarbon agar tekanan operasional kilang tetap aman terjaga.
Selama ini, ada anggapan bahwa