JAKARTA, KOMPAS.com - Buruh dari 11 negara Asia Tenggara yang tergabung dalam ASEAN Trade Union Council (ASEAN TUC) menyoroti pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan otomatisasi.
Perkembangan teknologi dinilai berpotensi mengancam keberlangsungan pekerjaan melalui kemungkinan terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.
Presiden ASEAN TUC, Andi Gani Nena Wea mengatakan perkembangan teknologi robotik dan AI bisa mengubah struktur kebutuhan tenaga kerja di sektor industri.
Penggunaan robot dalam proses produksi memungkinkan perusahaan mengotomatisasi sejumlah pekerjaan yang sebelumnya dilakukan manusia.