SINGAPURA — Pemerintah masih harus memainkan peran besar dalam pembiayaan pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). Besarnya kebutuhan investasi, risiko konstruksi, serta panjangnya masa pengembalian modal membuat proyek nuklir membutuhkan skema pembiayaan khusus agar menarik bagi investor.
Vice-President of Marketing and International Business Development CANDU International, Todd Smith, mengatakan proyek PLTN harus memiliki struktur pembiayaan yang dapat diterima oleh lembaga keuangan dan investor. Karena itu, keterlibatan pemerintah diperlukan untuk mengurangi risiko investasi.
"Sebagai mantan menteri pemerintah, saya tidak bisa cukup