Jakarta (ANTARA) - PT Bio Farma (Persero) menyiapkan pengembangan kapasitas produksi vaksin dan memperkuat penguasaan teknologi untuk mendukung kemandirian kesehatan Indonesia. Rencana tersebut dipaparkan dalam Danantara Technology Innovation and Investment Forum (DTIIF) 2026 yang berlangsung pada 26–28 Oktober 2026 di Fairmont, Jakarta.
Dalam forum ini, Bio Farma menyampaikan rencana pembangunan fasilitas produksi, hilirisasi hasil penelitian, pemanfaatan teknologi digital, serta peluang kemitraan investasi. Pengembangan tersebut ditujukan untuk memperkuat kemampuan memenuhi kebutuhan vaksin dalam negeri dan meningkatkan daya saing di pasar global.