Denpasar (ANTARA) - Pendar bara dupa dan liuk halus asap putih mengiringi doa-doa yang ditujukan ke angkasa, utamanya dalam persembahyangan yang digelar di Pulau Dewata. Tak dapat dipungkiri, tradisi di tanah Seribu Pura itu menyebabkan kehadiran dupa tak pernah luput dari keseharian warga Bali.
Ketika semerbak yang terbawa oleh angin biasanya beraroma cendana, dupa berjenama “Arusaji”, yang merupakan buah dari kolaborasi antara Rumah Berdaya Denpasar dengan PT Pertamina Patra Niaga, justru menghadirkan varian berbeda, yakni dupa dengan aroma kopi.
“Dengan