Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa mata uang kripto terbesar di dunia, Binance, kini menyelidiki dugaan serangan siber. Hal ini terjadi setelah aset digital senilai miliaran dolar dilaporkan berpindah dari sejumlah dompet yang terhubung dengan platform tersebut.
Peneliti blockchain mendeteksi transaksi mencurigakan pada Kamis. Estimasi awal menunjukkan aliran aset keluar mencapai US$2,77 miliar (sekitar Rp50,3 triliun) di lima jaringan blockchain.
Binance menyatakan sedang menyelidiki laporan mengenai kemungkinan masalah keamanan tersebut. Namun, perusahaan menegaskan dana milik pengguna tetap aman dan belum mengonfirmasi