Denpasar, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan nilai ekspor hasil hilirisasi nikel mencapai sedikitnya US$ 45 miliar setara Rp 817,01 triliun (asumsi kurs Rp 18.155 per US$) pada akhir tahun 2026. Target tersebut didorong melalui perluasan kebijakan hilirisasi nikel dan penguatan ekosistem industri nikel terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Koordinator Kerja Sama dan Investasi Minerba Ditjen Minerba Kementerian ESDM Yan Abrar memaparkan bahwa pemerintah berkomitmen memperluas penciptaan nilai tambah komoditas nikel untuk menopang kebutuhan industri