Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Asia bergerak variatif pada perdagangan Jumat (30/10/2026), dengan tekanan cukup besar datang dari bursa Korea Selatan. Pelemahan tersebut terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran investor terhadap prospek industri kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) setelah sejumlah raksasa teknologi Amerika Serikat (AS) merilis kinerja keuangan dan proyeksi bisnis yang mengecewakan.
Melansir CNBC, di Jepang, indeks Nikkei 225 melemah 0,68%, sedangkan indeks Topix menguat 0,26%. Sementara itu, indeks Kospi Korea Selatan anjlok 3,11% saat pembukaan perdagangan, diikuti indeks saham