JAKARTA, KOMPAS.comĀ - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi rawan koreksi pada perdagangan Jumat (30/10/2026), usai tertekan 3,49 persen ke level 5.098 saat penutupan perdagangan Kamis kemarin.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta menyebut IHSG membentuk pola candlestick long black closing marubozu. Pola ini menggambarkan tekanan jual mendominasi perdagangan.
Meski begitu, dengan teridentifikasinya pola wave (b) menunjukkan potensi turun IHSG masih relatif terbatas. Sebaliknya, peluang menguat juga terbuka.
Sejumlah indikator teknikal memberikan sinyal negatif. Indikator Stochastics K_D