Berjemur di bawah sinar matahari kerap dikaitkan dengan pemenuhan kebutuhan vitamin D harian tubuh. Namun, sinar matahari memancarkan radiasi ultraviolet (UV) yang terbagi menjadi UV-A dan UV-B dengan karakteristik serta dampak yang berbeda bagi kesehatan kulit.
Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), UV-A memiliki panjang gelombang sekitar 315-400 nanometer, sedangkan UV-B berada pada rentang 280-315 nanometer.
Perbedaan panjang gelombang menentukan sejauh mana sinar matahari dapat menembus lapisan kulit:
Meski bekerja pada lapisan yang berbeda, baik UV-A maupun UV-B