Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia memastikan skema baru impor minyak mentah hingga bahan bakar minyak (BBM) bawa keuntungan. Negara disebut akan jadi negosiator terdepan untuk menjamin pengadaan dari luar negeri.
Peralihan skema impor minyak mentah, BBM, hingga LPG itu tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 107 Tahun 2026. Aturan itu buka ruang bagi badan layanan umum (BLU) sebagai importir.
"Sekarang negara yang di depan. Jadi enggak ada lagi perusahaan-perusahaan cangkang yang 30 lebih