Liputan6.com, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menegaskan komitmen BI menjaga stabilitas rupiah di tengah prediksi nilai tukar yang berpotensi menembus Rp 20.000 per dolar Amerika Serikat (AS). BI menilai pergerakan rupiah dipengaruhi berbagai faktor, termasuk sentimen investor, permintaan dan penawaran valuta asing, serta persepsi pasar.
Destry mengatakan fundamental ekonomi Indonesia masih relatif baik dibandingkan negara-negara lain yang menjadi pembanding. Karena itu, pergerakan rupiah saat ini perlu dilihat sebagai bagian dari fluktuasi di pasar keuangan.
"Kalau kita lihat