Liputan6.com, Jakarta - Dari sebuah toko reparasi radio sempit di Maharashtra, jemari muda Kailash Katkar terbiasa berkutat dengan debu dan komponen elektronik rusak. Siapa sangka, berpuluh tahun kemudian, tangan yang sama berhasil menggenggam takhta imperium teknologi beraset triliunan rupiah.
Lahir di desa kecil Rahimatpur, India, Kailash terpaksa menelan pil pahit putus sekolah saat baru menginjak kelas 9 akibat himpitan ekonomi keluarga. Demi membantu dapur tetap ngebul, ia mengawali langkahnya sebagai asisten perbaikan radio dan kalkulator lokal dengan upah amat minim,